,

Pariwisata Berkembang, Daerah Kian Maju

oleh -2,378 views
oleh

LINTAS NUSANTARA.ID, KAUR – Sebagai imbas dri era globalisasi saat ini, pariwisata menjadi pilihan terbaik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai target eksplorasinya. Membaca fenomena demikan, banyak pemodal di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia tak mau ketinggalan ikut menanamkan modal mengingat adanya pasar strategis baru.

Yang menjadi pertanyaan, seberapa siap daerah-daerah tujuan wisata dalam menyambut euforia ini? Mengingat, masih banyaknya daerah di Indonesia yang masih setengah matang dalam mengelolah aset wisatanya. Termasuk dalam kasus ini pengelolaan pariwisata di kabupaten Kaur.

Sebagai daerah yang memiliki aset pariwisata, terkhusus bahari yang luar biasa. Kaur tentunya memiliki peluang besar untuk ikut berpartisipasi mewujudkan sebagai salah satu target destinasi wisatawan nasional maupun mancanegara dalam mengeksplorasi keindahan alam yang ada.

Mengingat, sektor pariwisata di Indonesia yang masih menggeliat diikuti masih banyaknya potensi yang bisa digali.

Jika daerah lain di Indonesia mampu mewujudkan daerahnya sebagai tujuan wisata. Mengapa Kaur tidak bisa???

“Hari ini, mari bersama kita wujudkan itu semua, kita jadikan objek wisata di Kaur sebagai salah satu sentra wisata di provinsi Bengkulu. Kita kembangkan, kita kelolah, kita majukan dengan giatnya kita dalam mengoptimalkan strategi promosi menuju tercapainya Kaur sebagai sentra wisata nasional bahkan mancanegara,” ujar Rita (34) pemerhati wisata Desa Pelajaran I Kecamatan Tanjung Kemuning, Sabtu (26/12/2020).

Mulailah perbaiki akses, infrastruktur dan Fasilitas. Sebab, tak ada sektor pariwisata yang sukses tanpa ditunjang infrastruktur yang memadai. Artinya, dengan infrastruktur yang semakin baik, maka akan semakin membuat betah wisatawan.

Apalagi kalau destinasi wisata memiliki akses yang mudah dijangkau serta menyediakan fasilitas memadai. Ketersediaan berbagai aspek tersebut tidak hanya bertujuan untuk membuat pengunjung nyaman. Namun, juga akan menghargai estetika objek yang diunggulkan.

Kemudian, dilanjutkan dengan menggandeng investor. Sebab jika mengandalkan pemerintah maka perekonomian akan jalan di tempat. Di sektor pariwisata, seharusnya hubungan vitalnya adalah antara pengelola setempat, pemerintah, dan investor swasta. Namun, perlu diperhatikan bahwa bentuk kerjasamanya tidak boleh timpang dan malah merugikan salah satu atau semua pihak.

Investor swasta disini harus mampu melakukan branding terhadap pariwisata daerah dengan baik. Pun, apabila dipegang oleh swasta, seharusnya pelayanan pariwisata di daerah bisa berjalan profesional.

Terakhir, pilih duta wisata sebagai ujung tombak promosi. Sebab, duta pariwisata adalah wajah daerah yang diwakilinya. Keberadaan duta wisata akan mempermudah penyebaran informasi tentang pariwisata daerah kepada masyarakat luas—hingga ke daerah lain.

Baik melalui media sosial maupun langsung. Tersedianya website dengan pengelolaan yang representatif dan informatif, menjadi acuan dalam mempromosikan wisata daerah. Mengingat website menjadi salah satu rujukan utama wisatawan domestik dan mancanegara sebelum memilih destinasi wisata.

“Ayo kita giat memajukan pariwisata Kaur. Dengan berkembangnya pariwisata daerah maka pembangunan daerahpun dapat dipercepat. Citra suatu daerah sangat ditentukan oleh sektor pariwisatanya. Masyarakat luas akan menilai suatu daerah layak atau tidak untuk dikunjungi biasanya dari impresi sewaktu berwisata. Oleh karena itu, berbagai alternatif langkah promosi patut untuk dicoba,” pesannya.(002/adv)

No More Posts Available.

No more pages to load.