Refleksi Harlah NU, Menginspjrasi dan Solutif

oleh -2,127 views
oleh

LINTAS NUSANTARA.ID, KAUR – 95 tahun lalu menurut hitungan tahun masehi, Nahdlatul Ulama (NU) lahir di Indonesia. Tepat 31 Januari 1926 lalu, Kyai Dawuh Mbah Hasyim berbicara kebangsaan tak kalah penting dengan bicara ke-Islaman.

95 Tahun Nahdlatul Ulama ada, Satukan Ulama seantero negeri, lawan penjajah pekikkan takbir resolusi jihad tiada henti. 95 Tahun Nahdlatul Ulama ada.
Dawuh Mbah Hasyim, bicara kebangsaan tak kalah penting dengan bicara ke-Islaman. 95 Tahun Nahdlatul Ulama ada.
Saatnya kita lupakan perbedaan, waktunya bersatu gali potensi ke depan.

95 Tahun Nahdlatul Ulama ada. Berdayakan Pesantren secara ekonomi. Karena belajar ilmu agama, akan indah bila diimbangi wirausaha. 95 Tahun Nahdlatul Ulama ada.
Setiap Nahdliyin saatnya jadi panutan bagi yang lain. Menginspirasi, solutif, bermanfaat.

Sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah, kontribusi NU tak perlu diragukan lagi dalam memperjuangkan dan mengawal keutuhan Republik Indonesia. NU tidak hanya memainkan perannya menyebarluaskan ajaran Islam yang inklusif. NU selalu hadir dalam menghiasi tumbuh kembangnya dinamika keumatan dan kebangsaan masyarakat Indonesia dengan tetap berpegang teguh pada prinsip tasamuh (sikap terpuji), tawashut (tidak memihak), tawazun (tidak ekstrem), dan i’tidal (tegak lurus dan adil).

Di tengah suasana Covid-19 yang menjerat segala aktivitas masyarakat Indonesia, NU selalu hadir dalam melakukan gerakan kemanusiaan. Seperti memberikan bantuan sembako dan uang tunai bagi masyarakat terdampak, bantuan alat kesehatan untuk rumah sakit dan klinik, serta pengobatan dan rapid test maupun swab test antigen gratis. Sikap itu membuktikan bahwa komitmen NU untuk kemaslahatan umat dan negara di atas segala-galanya.

Selamat Harlah ke-95 NU, tetap menjadi pemersatu umat di negeri ini.(titi)

No More Posts Available.

No more pages to load.