LINTAS NUSANTARA.ID, KAUR – Tanpa disadari petani, berkembangnya populasi tanaman kelapa sawit berimbas pada menurunnya jenis tanaman tua lainnya. Seperti halnya, populasi tanaman jengkol yang nyaris punah. Padahal, harga jual jengkol sangat tinggi. Bahkan, jengkol sudah masuk kategori tanaman ekspor.
Permintaan pasar terhadap jengkol cukup tinggi. Di ibu kota negara contohnya, berapapun jumlah jengkol disuplai maka siap ditampung oleh para tengkulak.
Tanaman jengkol pada dasarnya tidak kalah dengan jenis kelapa sawit sebagai penghasilan rumah tangga. Namun, sayang populasi jengkol semakin berkurang. Tidak banyak petani yang mengembangkan tanaman jengkol. Padahal, hasil panen sangat menjanjikan.
“Populasi jengkol semakin menipis. Tidak banyak petani yang bertahan membudidayakan jengkol sebagai hasil pertanian yang menjanjikan,” ungkap Turpiwan (47) warga Kecamatan Tanjung Kemuning, Jumat (5/3/2021).(amr)





