LINTAS NUSANTARA.ID, KAUR – DPRD Kaur menjadwalkan pertemuan bersama media online yang tergabung dalam Forum Media Online Kaur (FMOK), pukul 13.00 WIB, Senin (15/3/2021) diruang rapat komisi II. Pertemuan dalam rangka dengar pendapat menyatukan visi kontrol sosial. Baik di Pemerintahan maupun dalam kehidupan masyarakat.
Media memiliki peran aktif dalam kontrol sosial melalui tulisan yang menyajikan informasi publik. Media mendengar, melihat serta menyajikan rangkaian kata menjadi kalimat yang menarik sebagai bahan informasi di masyarakat. Oleh karenanya, DPRD Kaur memiliki pandangan bahwa media memiliki peran menyambung berbagai informasi yang benar, menjawab ketidaktahuan masyarakat dan menggambarkan peristiwa.
Namun, masih ada beberapa instansi pemerintah yang dinilai alergi terhadap media. Padahal, media sangat membantu pemerintah dalam menyajikan informasi, promosi maupun sosialisasi berbagai program yang dicanangkan.
Melalui dengar pendapat ini, diharapkan sinergitas dalam penyelenggaraan pemerintah terus meningkat. Media, DPRD maupun pemerintah tentu memiliki keterkaitan dalam perannya masing-masing. Mewujudkan cita-cita pembangunan, tidak lepas dari karya jurnalisme media, baik media cetak, online maupun media elektronik.
“Kami sangat open dalam kegiatan diskusi atau dengar pendapat bersama awak media. Oleh karenanya, diharapkan pemerintah ke depan dapat bergandengan tangan membangun daerah yang lebih baik sesuai dengan fungsi masing-masing,” ujar ketua Badan Kehormatan DPRD Kaur, Irwanto Tohir, Senin (15/3/2021).
Menurut politisi partai Perindo ini, guna menyatukan visi seperti ini tentu harus dibarengi dengan keterbukaan satu dengan yang lain. Tidak membedakan atau mengecilkan peran media. Menempatkan semua media sebagai mitra pembangunan.
Sayangnya, di Kabupaten Kaur ada kesan yang kurang baik antara media dengan pemerintahan. Salah satu contoh adalah ada ketidakseimbangan antara media online dengan media cetak. Padahal, semua memiliki peran yang sama. Bahkan, media online lebig cepat dalam menyajikan informasi ke masyarakat dan lebih banyak dibaca.
“Tidak semua masyarakat baca koran, namun baca berita online hampir semua sempat baca karena akses mudah memanfaatkan android, media online jadi pilihan pembaca,” ucap Irwanto Tohir.(amr)





