LINTAS NUSANTARA.ID, KAUR – Pekerjaan proyek pembangunan jembatan Air Gegasan Desa Tinggi Ari Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupate Kaur mandek. Pekerja sudah meninggalkan kamp, tersisa hanya tumpukan material batu pecah, besi dan dinding pengaman. Sedangkan, pondasi jembatan yang dibangun terbengkalai. Belum diketahui apakah proyek ini akan diteruskan atau tidak. Padahal, proyek jembatan ini menyedot anggaran Rp 8 miliar dari APBN.
Tidak ada satupun pekerja yang masih bertahan dilokasi proyek. Semua sudah meninggalkan kamp dan tidak ada aktivitas sama sekali. Masyarakat menilai proyek ini mulai muncul masalah. Sebab, jika tidak ada persoalan maka tidak mungkin proyek mandek tidak ada kejelasan sama sekali.
“Belum tahu ada masalah apa, sehingga proyek ini mandek. Seluruh pekerjanya sudah pulang dan tidak ada satupun yang bertahan,” ujar warga sekitar, Sukman (52), Minggu (21/3/2021).
Dari lokasi proyek ini terlihat jelas, tumpukan batu pecah, besi dan bangunan pondasi jembatan. Kamp pekerja kosong melompong tidak ada satupun pekerja yang masih bertahan. Hal ini menimbulkan tanda tanya masyarakat. Apakah proyek ini dihentikan pemerintah atau kontraktor pelaksana yang mangkrak.
“Belum ada kepastian dari kontraktor jembatan ini. Yang jelas, pekerjaan berhenti dan sudah lebih dari dua pekan tidak ada aktivitas,” paparnya.(amr)





