Jelang Ramadhan, ‘Ajip-Ajip’ Kafe Sulauwangi Tak Terbendung

oleh -2,091 views
oleh

LINTAS NUSANTARA.ID, KAUR – Mendekati bulan suci Ramadhan, aktivitas Warung Remang-Remang (Warem) atau kafe di kawasan perbatasan antara Kabupaten Kaur-Bengkulu Selatan (BS) masih eksis. Hiburan malam, suara dentuman speaker aktif diselingi minuman jenis bir masih menghiasi kawasan Pantai Desa Sulauwangi Kecamatan Tanjung Kemuning.

Lokasi ‘ajip-ajip’ ini setiap malam tetap beroperasi. Bahkan, disintlyalir Warem ini menyiapkan wanita siap “goyang” melayani tamu yang hampir 100 persen adalah laki-laki. Tidak hanya sebatas karaoke dan bernyanyi, wanita pemandu lagu ini pun siap diboking oleh tamu untuk ber- ‘ajip-ajip’ di kamar khusus.

Aktivitas Warem ini diharapkan dapat ditutup, minimal selama bulan Ramadhan hingga lebaran Idul Fitri mendatang. Meskipun lokasinya jauh dari pemukiman warga namun tetap saja menimbulkan keresahan. Masyarakat berharap, dalam waktu dekat ada penertiban menutup paksa Warem. Apalagi disinyalir menjadi sarang prostitusi terselubung.

Salah seorang warga desa setempat, Agus Rianto (48) mengatakan, hiburan malam ini sudah mengakar dan sulit dibasmi. Semuanya ilegal, tanpa dilengkapi perizinan sah dari pemerintah. Mirisnya lagi, ditengah gencarnya pemerintah mengkampanyekan pencegahan penyebaran Covid-19, dengan pembatasan aktivitas keramaian, menjaga jarak, masker dan upaya lain, namun di Warem ini tidak ada sama sekali Protokol Kesehatan (Prokes).

“Tutup paksa atau di legal saja sekalian, biar bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pajak usahanya. Dari pada ilegal meresahkan masyarakat, daerah tidak dapat pemasukan dari usaha tersebut,” ungkapnya.(amr)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.