,

Pasca Idul Fitri, 400 Personel Yonif 521 Kediri Siap Diberangkat Ke Papua

oleh -3,451 views
oleh
400 Personil Yonif 521 Siap Tumpas KKB-Teroris (foto. LN-Net)

LINTAS NUSANTARA.ID, JAWA TIMUR – Dalam meningkatkan keamanan dan mengatasi serangan saparatis Papua, Batalyon Infantri (Yonif) 521 Kediri Jawa Timur siap diberangkatkan ke daerah rawan gangguan keamanan di beberapa daerah Papua.

Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI, Suharyanto melakukan pengecekan langsung kesiapan pasukan Satgas Pam Daerah Rawan (Pamrahwan) Papua dari Yonif Mekanis 521 Dadaha Yodha Kediri. Pangdam memastikan seluruh prajurit TNI telah siap menjalankan tugasnya.

Tiba di Markas Yonif Mekanis 521 Dadaha Yodha Kediri, Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto langsung disambut sejumlah perwira TNI. Selanjutnya, Pangdam V Brawijaya memimpin apel kesiapan di lapangan Markas Yonif 521 Kediri.

Sebanyak 400 prajurit TNI ini akan diberangkatkan menuju ke Papua pasca lebaran Idul Fitri 1442 H. Mereka bakal ditempatkan di sejumlah daerah rawan serangan Kelompok Sparatis Bersenjata seperti Puncak Jaya, Paniai, Dogiyai hingga Intan Jaya selama kurang lebih sembilan bulan. Untuk itu, Pangdam V Brawijaya memastikan seluruh keperluan mereka telah siap, mulai dari kebutuhan logistik, obat-obatan hingga persenjaan.

“Hari ini saya sengaja di Batalyon 521 Dadaha Yodha Kediri akan berangkat ke Papua menggantikan Batalyon 500 Rider di Kabupaten Intan Jaya. Disana mereka akan melaksanakan tugas pengamanan di daerah rawan. Artinya, memang daerah penugasan daripada Batalyon ini cukup rawan, akibat beberapa minggu atau beberapa hari ini terjadi peningkatan ekskalasi gangguan kemanan di Propinsi Papua,” kata Mayjen TNI Suharyanto, Selasa (27/4/2020) sore dikutip dari beritajatim.com.

Pangdam V Brawijaya juga berpesan kepada anggotanya untuk menyiapkan diri. Sebab, dalam minggu-minggu terakhir, ekskalasi gangguan keamanan di Papua meningkat. Para prajurit harus tetap waspada, serta disiplin menerapkan strategi pengamanan dan pertempuran, yang sebelumnya didapat dari latihan.

“Sengaja saya datangkan langsung supaya meningkatkan moril dan semangat anggota saya yang akan berangkat. Ada 400 orang yang akan berangkat ke Papua. Dua hari lagi, mereka akan diperiksa oleh Asops Kepala Staf Angkatan Darat untuk melihat kesiapan. Dan nanti sebelum beragnkat juga akan diperiksa oleh Asops Panglima TNI. Mereka secara personil sudah latihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut. Dan materiilnya sudah dipersiapkan serta sudah saya cek angsung,” tegas Pangdam tulis beritajatim.com.

Hal lain yang dipersiapkan sebelum keberangkatan, ditegaskan oleh Pangdam v Brawijaya adalah kebutuhan obat-obatan dan vitamin untuk berjaga-jaga dari ancaman Covid-19. Selai selalu waspada, pihaknya menginginkan para prajurit juga tetap menjaga protokol kesehatan di medan operasi.

“Saya sudah sampaikan kepada mereka bahwa tugas adalah kehormatan daripada prajurit. Tugas merupakan salah satu yang menjadikan prajurit itu berbangga adalah melaksana tugas operasi. Disamping itu harus tetap disiplin, semangat dan berbuat baik dengan masyarakat sekitar,” pesannya saat konfrensi pers seperti dilansir beritajatim.com

Saat ini situasi Papua semakin memanas. Sejumlah kelompok kriminal bersenjata dan sparatis terus melakukan gangguan terhadap anggota TNI yang bertugas disana. Bahkan, terakhir Kepala BIN Brigadir Bagus Putu menjadi korban penembakan kelompok KKB. Hingga akhirnya Presiden Jokowi menginstruksikan untuk memerangi kelompok tersebut hingga ke akar-akarnya.

Dengan kemampuan tempur, Personel Yonif 521 siap berangkat ke Papau menumpas habis gerakan saparatis yang kerap mengganggu keamanan dan mengancam kedaulatan NKRI.(041)

Sumber: beritajatim.com

No More Posts Available.

No more pages to load.