KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Mahalnya tarif parkir di RSUD Kaur menambah rasa sakit bagi keluarga pasien. Untuk tarif parkir kendaraan roda empat mencapai Rp 5.000 sekali parkir. Sedangkan, terkadang keluarga pasien harus keluar masuk area parkir karena mencari obat di apotek luar. Dengan biaya parkir yang tergolong memberatkan bagi keluarga pasien ini semakin membebani biaya selama di RSUD Kaur.
Harapan masyarakat, pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat menertibkan parkir dan mengumumkan secara jelas tarif parkir di RSUD Kaur. Apalagi, petugas parkir yang menjaga di pintu masuk RSUD ini tidak memberikan tanda bukti parkir kepada pengunjung rumah sakit.
Hal ini mestinya menjadi perhatian pemerintah daerah. Hal ini dapat membuat pasien enggan berobat di RSUD Kaur dan langsung memilih untuk berobat ke RSUD Hasanuddin Damrah dan RSU Assyifa Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan.
Banyak keperluan keluarga pasien di luar gedung RSUD Kaur. Setiap kali keluar harus bayar parkir Rp 5.000 bagi kendaraan roda empat. Bupati Kaur yang baru saja dilantik oleh Gubernur Bengkulu diharapkan dapat mengambil kebijakan baru terhadap tarif parkir di RSUD Kaur.
Dengan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat maka akan menambah kepercayaan masyarakat untuk berobat di RSUD Kaur sebagai pilihan utama.
“Ya, biaya parkir di RSUD Kaur dinilai tergolong mahal. Jadi wajar saja kalau pasien lebih memilih untuk berobat ke RSU di kabupaten tetangga. Untuk tarif parkir kendaraan roda empat harus bayar Rp 5.000 untuk sekali parkir,” keluh salah seorang keluarga pasien asal Padang Guci Hasan (42) kepada lintasnusantara.id.(amr)





