KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Petani sawah tadah hujan mulai dihantui rasa cemas gagal panen. Pasalnya, hampir dua pekan terakhir tak kunjung turun hujan. Akibatnya, sawah mengalami kekeringan akibat cuaca panas. Ancaman kekeringan sawah dirasakan oleh petani sawah hamparan Desa Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur. Pasalnya, sawah di desa ini tidak memiliki sarana irigasi. Setiap tahun hanya mengandalkan intensitas curah hujan.
“Sawah mulai kekurangan pasokan air. Padahal usia padi baru memasuki bulan kedua, jika sepekan ke depan tidak kunjung turun hujan maka pertumbuhan padi akan terganggu,” keluh Tasdi (56) warga desa setempat, Rabu (26/5/2021).
Menurutnya, masa tanam kali ini diprediksi tidak optimal menghasilkan gabag padi. Mengingat, cuaca panas menyebabkan berkurangnya pasokan air sawah. Selain itu, petani sawah belum berani menggunakan pupuk meskipun usia tanam sudah tepat untuk pemupukan. Karena, akan menambah nilai kerugian petani. Meskipun dipupuk, jika tidak ada air maka tanaman padi tetap maksimal.
“Harapan petani, ada hujan deras mengguyur agar pasokan air sawah kembali normal,” tandasnya.(amr)





