,

Jalan Berlumpur, Warga Trans Tanjung Agung Kecamatan Tetap ‘Menangis’

oleh -2,923 views
oleh
Kondisi jalan Trans Tanjung Agung berlumpur.(foto:Dok-LN)

KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Kondisi jalan Trans Tanjung Agung Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur sangat memprihatinkan. Jalan berlumpur menyulitkan kendaraan melintas. Padahal, warga di Trans Tanjung Agung ini berprofesi sebagai petani dan cukup banyak hasil bumi yang diproduksi. Diantaranya, penghasil komoditi karet, kopi, kakao dan kelapa sawit. Dengan kondisi jalan berlumpur ini, ongkos angkut hasil pertanian pun kian melonjak.

Untuk biaya angkut Tandan Buah Segar (TBS), kopi dan karet mencapai Rp 700 hingga Rp 800 perkilo gramnya. Mahalnya ongkos angkut ini membuat petani sangat mengeluh dan berharap pemerintah daerah ataupun desa menganggarkan peningkatan badan jalan.

Petani berharap, Dana Desa (DD) dapat dialokasikan untuk peningkatan jalan sehingga transportasi kian lancar. Dengan jalan yang baik, maka ongkos angkut pun akan kembali normal. Mahalnya, ongkos angkut ini sangat berdampak pada penghasilan petani.

Mayoritas petani atau pekebun di lokasi Trans Tanjung Agung berasal dari Eks Kecamatan Kaur Utara. Bahkan, ada yang memang sudah menetap di pengebunan ini. Kendala terbesar saat ada warga yang sakit atau anak sekolah. Harus berjibaku dengan lumpur setiap melintas.

“Kondisi jalan akan semakin parah saat musim penghujan. Genangan lumpur bisa setinggi lutut orang dewasa,” ujar Nuhansidi (57) warga Trans Tanjung Agung kepada lintasnusantara.id.(amr)

No More Posts Available.

No more pages to load.