Fase Ngetrek, Produksi Hasil TBS Menurun

oleh -2,006 views
oleh
Gambar ilustrasi belaka.(foto:Net)

KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Di fase ngetrek saat ini, produksi hasil Tandan Buah Segar (TBS) menurun drastis. Meskipun harga jual TBS di pabrik mengalami kenaikkan namun dengan hasil yang jauh menurun sangat berdampak pada penghasilan petani sawit.

Seperti halnya dirasakan salah seorang petani sawit, Edi Latif (54) warga Desa Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur, hasil panen TBS jauh merosot dibanding sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh fase ngetrek pada tanaman sawit.

Untuk lahan satu hektare yang biasa menghasilkan TBS hingga 1 ton lebih, sejak ngetrek hanya menghasilkan antara 400 – 480 Kg. Fase ngetrek diperkirakan akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. Padahal, harga pupuk dan racun rumput sudah terlanjur naik.

“Perawatan sawit disaat ngetrek seperti ini harus lebih optimal. Jika tidak dibarengi dengan pemupukan maka akan berdampak pada berkurangnya bunga calon buah pada tanaman sawit,” ujar Edi Latif.

Guna mengantisipasi ngetrek kian parah, maka dibutuhkan perawatan yang lebih ekstra. Misalnya, pemupukan dan penyiangan lahan perlu dilakukan secara teratur. Ngetrek bisa lebih dari tiga bulan, sebelumnya petani sawit mengira fase ngetrek hanya terjadi pada kondisi cuaca panas atau kemarau. Namun, pada masa musim penghujan pun tetap terjadi fase ini.

“Pengaruh ngetrek pada sawit sangat besar terhadap penghasilan petani. Sebab, hasil panen turun mencapai 80 persen dari hasil panen normal,” ungkap Edi Latif.(amr)

No More Posts Available.

No more pages to load.