KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Kenakalan remaja saat ini sudah berada dilevel mengkhawatirkan. Mental generasi muda sudah saatnya di instal ulang. Banyak dijumpai, lorong atau sudut jalan yang gelap menjadi tempat tongkrongan remaja.
Dilokasi tongkrongan ini, banyak bungkus minuman torpedo, obat batuk cair jenis komix, bahkan botol minuman keras. Selain itu, remaja ini juga kerap mengkonsumsi pil samcodin yang membuat mereka ‘fly’.
Buntutnya, aksi pencurian Tandan Buah Segar (TBS), pembobolan warung, pencurian lampu PLTS, pencurian di kantor-kantor, hingga pencurian kendaraan bermotor. Hal ini dipengaruhi kecanduan obat dan minuman.
Bahkan, akibat dari salah pergaulan ini, tidak sedikit lula generasi muda yang harus mengakhiri masa lajangnya. Mereka harus menikah diluar kesiapannya menghadapi kehidupan.
Mental generasi muda ini perku di refresh agar kembali ke pola awal. Mengejar cita-cita, mengutamakan pengetahuan dan mempersiapkan masa depan yang jauh lebih baik. Untuk merefresh generasi muda ini banyak hal yang harus dilakukan oleh semua pihak.
Bukan hanya orang tua, namun juga pemerintah maupun aparat hukum. Pemberian efek jera melalui proses hukum, pelatihan skill dan pembinaan mental lainnya melalui kegiatan keagamaan sangat pentung disiapkan.
“Sedih ketika kita melihat generasi muda saat ini terbuai dengan kesenangan sesaat. Padahal, mereka tersesat dan butuh pembinaan agar kembali ke jalannya. Banyak generasi muda yang bermental buruk akibat dampak sosialita modern,” ungkap salah seorang tokoh perempuan Kecamatan Tanjung Kemuning, Kasmi Harasti.(amr)





