KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Angka kemiskinan ekstrim dan stunting di Kabupaten Kaur masih tergolong cukup tinggi. Guna penanganan yang lebih terarah dan terukur, Camat Tetap, M Edian, ST mengambil langkah cepat dengan menggelar rapat musyawarah lintas sektor guna pencegahan serta penanganan stunting dan penanggulangan kemiskinan ekstrim, Rabu (5/10/2022).
Rapat ini dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Kaur, Herlian Muchrim, ST, kepala KB, kepala Puskesmas Tetap, Kapolsek, Danramil, Kades serta relawan stunting kecamatan dan desa. Rapat dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Dalam arahannya, Camat Tetap, M Edian, ST mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya Kades, Puskesmas serta relawan untuk mendata ulang kembali kemiskinan maupun stunting diwilayah masing-masing. Karena dengan data baru, akan diperoleh akurasi dan informasi yang benar.
“Kuncinya ada didata lapangan. Oleh karenanya, saya tegaskan agar pendataan ulang ini dilakukan dengan serius. Kabupaten menerima data dari desa sebagai landasan pelaporan ditingkat provinsi maupun pusat,” ujar camat.

Sementara itu, Wabup Kaur, Herlian Muchrim, ST mengajak Kades, Puskesmas guna menyingkronkan data dilapangan. Selain itu, sama-sama melakukan upaya pencegahan dan penanganan stunting.
“Target kita, 2024 Kabupaten Kaur terbebas dari stunting dan kemiskinan ekstrim. Kalaupun masih ada, namun angkanya rendah,” ucap Wabup.
Baca Juga :
Kerjasama semua lini, termasuk unsur Tripika merupakan langkah nyata dalam percepatan penanganan stunting serta kemiskinan ekstrim di Kabupaten Kaur.
“Kepada Kades maupun Puskesmas dan relawan segeralah mendata masyarakat. Karena data tersebut menjadi acuan daerah untuk pelaporan ke level lebih atas,” tegas Wabup.(tsp)





