Tujuh Tahanan Kabur, Kapolsek Dicopot Kapolda

oleh -1,286 views
oleh
Kapolda Metro Jaya, Irjend Pol Fadhil Imran.

JAKARTA || LINTAS NUSANTARA.ID – Buntut kaburnya tujuh tahanan di Mapolsek Jatiasih Polres Metro Bekasi Kota, Kapolsek, AKP Samsar Sitanggang dicopot dari jabatannya. Selain itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadhil Imran juga merotasi sebanyak 213 personil.

Kapolsek ini dimutasikan sebagai Perwira Pertama (Pama) di Polres Metro Bekasi Kota. Hal ini dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan.

“Dimutasikan dalam rangka evaluasi jabatan,” ujar Kombes Zulpan kepada detikcom, Kamis (3/11/2022).

Pencopotan Kapolsek Jatiasih ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Metro Jaya bernomor: ST/569/XI/KEP./2022 tertanggal 2 November 2022.

Jabatan Kapolsek Jatiasih kini diisi oleh Kompol Suroto. Kompol Suroto sebelumnya menjabat Kapolsek Tangerang.

Zulpan mengatakan, surat telegram Kapolda Metro Jaya terkait pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan serta penempatan lulusan personel setelah melalui Dikbang (Sespimen dan SIP) ini, di antaranya dalam rangka promosi jabatan untuk kenaikan pangkat periode Januari 2021 sejumlah 98 personel.

“Kemudian ada usulan dari para Kapolres dan Kasatker dalam rangka kebutuhan organisasi serta penempatan perwira lulusan Sespimen dan SIP tahun 2022 yang masuk ke Polda Metro Jaya,” katanya.

“Di samping ada yang memang dalam rangka evaluasi jabatan dalam rangka pemeriksaan,” tuturnya.

Seperti diketahui, tujuh tahanan Polsek Jatiasih kabur dari sel pada Kamis (13/10/2022), sekitar pukul 21.39 WIB. Dari tujuh tahanan yang kabur, enam orang telah tertangkap kembali.

Enam tahanan yang ditangkap kembali adalah:

1) Redo Pamali (kasus pencurian kendaraan bermotor)
2) Dola Aprian (kasus pencurian kendaraan bermotor)
3) Gafar (kasus narkoba)
4) Ahmad Ridwan (kasus narkoba)
5) Arif Budiman Tajudin (kasus narkoba)
6) Iman (kasus narkoba)

Sementara itu, polisi masih mencari satu tahanan lain, yakni Saipul Bahri, narapidana kasus narkoba. Kasus ini diketahui berkat laporan dari salah seorang tahanan lainnya di lokasi. Tahanan itu berteriak kepada petugas piket.

“Saksi 1 (Hendiyawan) berteriak memberitahukan kepada piket Reskrim Brigadir Agus Riyanto yang selanjutnya memberitahukan kepada petugas jaga SPK bahwa tahanan telah melarikan diri,” terang Zulpan.

Petugas lalu bergegas mendatangi sumber suara. Namun, ketika petugas melihat ke dalam ruang tahanan, didapati tujuh orang tahanan telah kabur.

Para tahanan kabur setelah menjebol tembok kamar mandi. Mereka kabur dengan bantuan alat berupa besi dan sendok makan.

Hingga saat ini, kepolisian masih memburu satu tahanan yang kabur. Tahanan ini dalam kasus narkoba.(amr/NKRIPOSTl/Detik)

No More Posts Available.

No more pages to load.