Apa Itu Stunting, Bagaimana Dampak dan Pencegahannya

oleh -1,772 views
oleh
Gambar ilustrasi stunting

KAUR ││ LINTAS NUSANTARA.ID – Kata stunting tidak asing lagi di telinga masyarakat. Khususnya di Kabupaten Kaur, karena stunting kerap disebut-sebutkan dalam berbagai kesempatan. Sebab, stunting saat ini merupakan salah satu fokus pemerintah dalam pencegahan dan penanganannya. Lalu, apa itu stunting. Apa dampak serta bagaimana pencegahannya???

Pertanyaan tersebut kerap kali muncul dari bibir masyarakat. Oleh karenanya, edukasi tentang stunting sangat penting dalam rangka menumbuhkan pemahaman dan pengertian masyarakat.

Bagi sebagian masyarakat, stunting kerap dinilai sebagai aib, sehingga muncul persepsi salah. Keluarga yang memiliki indikasi stunting akhirnya enggan mengakui dan secara tegas menolak dikatakan stunting.

Hal ini sama dengan kasus positif Covid-19 beberapa tahun yang lalu. Sebagian masyarakat menganggap Covid-19 suatu penyakit yang memalukan. Namun, setelah melalui edukasi panjang akhirnya pemahaman tersebut muncul.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat dari kekurangan gisi kronis sehingga abak terlalu pendek untuk usianya. Atau tumbuh kembang balita yang tak normal sesuai dengan usianya. Namun, banyak yang mengatakan stunting adalah bahasa lain dari kurang gizi atau gizi buruk.

Stunting berdampak sangat panjang pada perkembangan kesehatan manusia. Dampak stunting adalah mudah sakit, kemampuan kognitif berkurang, saat tua berisiko terkena penyakit berhubungan dengan pola makan. Stunting juga berdampak pada fungsi-fungsi tubuh tidak seimbang, mengakibatkan kerugian ekonomi, serta postur tubuh tak maksimal saat dewasa.

Lalu bagaimana mencegah stunting agar tidak dialami oleh balita, ada beberapa cara bagi orang tua agar mencegah stunting yakni, pola makan sesuai gizi yang seimbang, makan beranekaragam karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

Kemudian, pola asuh anak yang baik dengan cara pemberian ASI, MPASI, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang anak. Selanjutnya, faktor lain yang juga harus diperhatikan adalah ketersediaan sanitasi berupa air bersih, jamban dan cuci tangan setiap habis beraktivitas agar virus tidak menempel pada tangan orang tua yang dapat masuk ke tubuh anak.

Itulah beberapa cara mencegah stunting yang dapat dilakukan oleh masyarakat demi kesehatan balita. Semoga bermanfaat dan dapat mengedukasi para orang tua agar terhindar dari stunting.(amr)

Sumber : Kementerian Kesehatan

No More Posts Available.

No more pages to load.