KAUR ||LINTAS NUSANTARA.ID – Belakangan ini warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu mengeluhkan atas hilangnya ternak mereka, dalam kurun waktu satu bulan terakhir sudah tercatat enam ekor Sapi serta tiga ekor Kerbau yang diduga di embat oleh kawanan spesialis Pencurian Ternak (Curnak).
Dengan adanya kejadian tersebut diduga memang ada kawanan spesialis Curnak yang berkeliaran terkhusus di Wilayah Kecamatan Tanjung Kemuning.
Liaslan Jumadi (51) warga setempat mengatakan bahwa, hilangnya ternak jenis Kerbau dan Sapi itu sudah terjadi semenjak satu bulan terakhir tepatnya pada bulan April, menjelang perayaan Idul Fitri 1444 H. Namun, peristiwa serupa kembali terjadi pada Selasa (09/05) satu ekor Sapi kesayangannya juga hilang, peristiwa tersebut terjadi saat ia bertolak ke alas bangun Kabupaten Bengkulu Utara untuk menghadiri resepsi pernikahan keluarga, pada Sabtu (06/05) sampai dengan Senin (08/05), setelah kembali dari acara tersebut Selasa (09/05) Sapi miliknya sudah hilang.
“Puncaknya terjadi menjelang hari raya Idul Fitri, tidak tanggung tanggung ada empat ekor sapi serta tiga ekor Kerbau berhasil digasak, Selasa (09/05) giliran ternak saya yang hilang yaitu satu ekor Sapi. dengan adanya kejadian tersebut ia bersama peternak lainnya merasa resah dan mengalami kerugian.” sampai Liaslan kepada awak media lintasnusantara.id Minggu (14/05/2023).
Masih kata Liaslan, untuk itu kemaren Sabtu (13/05) kami sepakat untuk membuat laporan resmi ke Polsek Tanjung Kemuning, dengan adanya laporan tersebut semoga saja pihak kepolisian bisa membekuk kawanan Curnak serta meningkatkan patroli pada malam hari, sebab kalau kejadian seperti ini terus terulang bisa bisa ternak yang kami miliki habis tak tersisa dan kami semakin merugi.
Liaslan juga menambahkan, bagi peternak yang melepaskan ternaknya di kawasan Pagar Batu untuk lebih berhati hati karena selain pencurian ternak yang lagi rawan, dikawasan tersebut juga sering terjadi peracunan ternak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Diketahui ternak yang telah hilang sebanyak sembilan ekor, diantaranya lima ekor Sapi milik Ripawan, satu ekor Kerbau milik Madianto, satu ekor Kerbau milik Siplan Andalas, satu ekor Kerbau milik Risal dan satu ekor Sapi milik Liaslan Jumadi. (Wd)





