SUKA MAKMUE || LINTASNUSANTARA.ID – Wartawan senior Nagan Raya, Sabaruddin, mengingatkan jurnalis muda untuk menjaga integritas profesi di era digital. Ia meminta wartawan tidak menjadikan profesi sebagai alat pemuas diri.
Pesan itu disampaikan Sabaruddin Wartawan Lintas Nusantara.id dalam diskusi bersama wartawan dan pegiat media di Nagan Raya, Rabu 10/6/2026. Ia membandingkan pengalaman kerja di media cetak era 1990-an dengan media online saat ini.
Sabaruddin Panggilan Leddin memulai kariernya dari media cetak era 1990-an. dan sampai saat ini masih aktif menekuni profesi di dunia Jurnalis karna wartawan baginya sudah mendarah daging baginya.
Saat itu ia terbiasa menulis berita menggunakan mesin ketik. dan tulisan tangan ,Menurutnya, media cetak mengajarkan ketelitian karena kesalahan tidak dapat diperbaiki setelah koran dicetak.
“Dulu kami takut salah. Salah ketik satu huruf, maka 10 ribu eksemplar koran besok pagi akan salah semua. Tidak ada revisi,” katanya.
Setelah bergabung dengan media online, Sabaruddin melihat tantangan berubah. Kecepatan menjadi tuntutan utama. Namun ia menekankan kecepatan penting, verifikasi menyelamatkan.
“Kecepatan penting, verifikasi menyelamatkan. Dulu kami takut salah. Sekarang wartawan takut sepi,” ujarnya.
Sabaruddin berharap etos kerja wartawan media cetak era 90an tetap hidup di era portal berita dan media sosial. Etos itu meliputi cek fakta berlapis, tanggung jawab penuh, dan keberpihakan kepada publik.
“Jangan jadikan profesi sebagai alat pemuas diri. Wartawan itu tugasnya melayani publik, bukan melayani ego,” tegasnya.(*)





