Mabes TNI Kirim Tim Penanganan Karhutla di Bengkayang Kalbar

oleh -286 views
oleh

BENGKAYANG || LINTASNUSANTARA.ID – Mabes TNI kirim tim yang beranggota 22 personel ke Kalimantan Barat (Kalbar). Tim langsung bertatap muka bersama masyarakat.

Kegiatan digelar diwilayah Kodim 1209/Bengkayang. Ketua tim Brigjend Togu Parmonangan, wakil ketua Brigjend Suryadi Syamsir.

Di kelompok wilayah Koramil 01/Bengkayang dipimpin oleh Kolonel CBA Eko Siswanto.

Kegiatan sosialisasi atau penyuluhan ditujukan untuk mengedukasi warga, petani, pekebun dan semua pelaku pembukaan lahan.

Tim mengedukasi dampak buruk Karhutla. Membuka lahan dengan tidak membakar hutan. Langkah edukasi ini lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog langsung.

Dalam sambutan diskusi yang langsung didampingi oleh Brigjen Suryadi Syamsir menyampaikan sangat pentingnya kesadaran dini dari masyarakat itu sendiri terutama dalam hal pencegahan kebakaran yang mungkin tidak sengaja atau disengaja.

“Saya menghimbau dengan sangat, agar kita semua bisa saling menjaga kemungkinan timbulnya titik-titik api ditempat kita, mengingat kondisi cuaca panas yang berkepanjangan ini, agar tidak terjadi kebakaran sehingga menimbulkan kerugian bagi kita semuanya,” ucap Brigjen Suryadi Syamsir pada giat Sosialisasi dan Diskusi di Dusun Semuhun Desa Dharma Bhakti Kecamatan Teriak Kab Bengkayang.

Akibat dampak kebakaran hutan yang menyisakan polusi udara tidak sehat ini menyebabkan banyak pihak merasakan dampak negatifnya.

Seperti anak-anak sekolah, penerbangan ditutup sementara sehingga dapat menambah merosotnya ekonomi masyarakat kita akibat hal ini.

“Dampak dari Karhutla (asap) ini diantaranya dibidang pendidikan, yang saat ini sekolah-sekolah diliburkan sementara sampai asap sudah tidak mengganggu, terus beberapa penerbangan di batalkan dan ini sangat merugikan kita semua, mari kita jaga dan dukung penghentian sementara pembukaan lahan dengan dibakar oleh kita semuanya agar udara kembali normal dan sehat kembali,” lanjut Brigjen Suryadi Syamsir.

Dalam sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kolonel CBA Eko Siswanto dihadapan warga yang antusias untuk mendengar paparan dari Mabes TNI terkait pencegahan dan akibat dari dampak pembakaran hutan dan lahan.

“Akibat dari pembakaran hutan atau lahan yang terjadi dapat kita rasakan saat ini, meskipun kejadian kebakaran tidak ditempat kita tapi dampaknya sangat kita rasakan sendiri sekarang dimana udara sudah memburuk serta tidak baik bagi kesehatan kita semuanya, mari kita menjaga lingkungan kita agar tidak terjadi bertambah parahnya kabut asap ini dari proses kebakaran hutan dan lahan selanjutnya,” ucap Kolonel CBA Eko Siswanto.

Masyarakat menilai bahwa kegiatan sosialisasi ini sangat baik dan lebih humanis dibanding dengan penindakan langsung tanpa langkah persuasif di tengah masyarakat yang sudah terdampak kabut asap.

“Kita mendukung kegiatan sosialisasi tim pantau karhutla dari mabes TNI ini untuk mensosialisasi penghentian sementara pembakaran/pembersihan lahan dengan cara dibakar karena lebih persuasif dan humanis bukan serta merta langsung mencari kesalahan pada pihak masyarakat terlebih dahulu,” ucap Anderias Heriyanto selaku warga dusun Semuhun yang mengikuti sosialisasi penyuluhan Karhutla di Kebun miliknya.

Pemerintahan Desa Dharma Bhakti akan melakukan langkah-langkah pencegahan dengan berbagai upaya seperti Sosialisasi dan Diskusi baik di forum formal maupun non formal untuk bisa menghentikan sementara pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Kita sangat mendukung program pemerintah terutama tim dari Mabes TNI yang sudah turun ke desa Dharma Bhakti dan desa lainnya diseluruh kabupaten Bengkayang, kita juga sudah mengaktifkan posko penanganan dini kebakaran hutan dan lahan di desa kita melalui posko Karhutla, kedepan ada rencana akan dibangun sumber mata air dari sumur bor untuk pengamalan air,” ucap Jelly Naswadi selaku Kepala Desa Dharma Bhakti.

Serikat Petani Kelapa Sawit Kabupaten Bengkayang memandang perlu dilakukan pencegahan dan sosialisasi Karhutla serta dampak yang tidak baik terutama udara yang sudah memburuk saat ini.

“Selaku lembaga sosial yang bergerak dibidang pendampingan petani kelapa sawit, kita mengapresiasi langkah cepat dan sigap dari pemerintah terutama dari Mabes TNI yang sudah turun langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk menyampaikan permohonan penghentian sementara pembakaran hutan dan lahan,” ucap Heru Kamaruzzaman selaku ketua SPKS Kabupaten Bengkayang yang turut hadir pada kegiatan sosialisasi bersama Mabes TNI.

“Sebagai garda terdepan bagi petani kelapa sawit kita sependapat untuk saat ini penghentian sementara upaya membakar lahan sangat tidak tepat dan bahkan akan memperburuk kualitas udara yang akan kita hirup bersama, saya berharap baik petani kelapa sawit maupun masyarakat pada umumnya mari kita hentikan dulu kegiatan membakar lahan kita agar mengurangi dampak kabut asap yang sudah parah di tempat kita,” lanjut Heru.(drs)

No More Posts Available.

No more pages to load.