Profil TR Sabaruddin HR, Tokoh Pers Sejak Era 1990-an

oleh -910 views
oleh
Oplus_131072

LINTASNUSANTARA.ID – TR Sabaruddin HR lahir di Desa Lueng Teuku Ben Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya, 1 Februari 1965.

Sabaruddin sapaan akrabnya, ia mengawali profesi wartawan sejak tahun 1990-an. Dengan motto “Pena Untuk Rakyat, Berita Untuk Kebenaran”.

Saat ini dipercaya mengembangkan organisasi Persatuan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Nagan Raya periode 2026-2031.

PERJALANAN JURNALISTIK (1990 – 2026)

ERA AWAL 1990-an : Masa Belajar & Radio

Mengawali dunia jurnalistik pada era Orde Baru tahun 1990-an, saat pers masih dibawah pengawasan ketat.

Memulai dari kontributor berita daerah, reporter radio lokal, dan surat kabar mingguan Aceh. Masa itu melatih mental wartawan lapangan yang tangguh, liputan dengan mesin ketik manual dan kirim berita via fax.

ERA 1998-2004 : Masa Reformasi & Konflik Aceh

Menjadi saksi sejarah konflik dan reformasi di Aceh. Aktif meliput isu-isu sosial, politik, GAM, dan kemanusiaan di wilayah Barat Selatan Aceh.

Pernah menjadi koresponden untuk beberapa media harian Aceh dan nasional. Prinsip: tetap netral, berada di tengah masyarakat.

ERA 2007-2014 : Masa Damai & Pembangunan

Pasca MoU Helsinki dan Tsunami, fokus pada jurnalisme pembangunan di Nagan Raya.

Membangun jaringan media lokal. Aktif mengawal pemekaran Kabupaten Nagan Raya dari Aceh Barat. Menjadi salah satu wartawan senior yang mengawal lahirnya pemerintahan Nagan Raya.

ERA 2015-2022 : Era Media Online

Bermigrasi ke media online / media siber. Mendirikan dan memimpin beberapa media online lokal Aceh. Fokus pada isu pemberantasan korupsi, lingkungan (Save Beutong Ateuh), dan investasi daerah. Dikenal kritis tapi konstruktif terhadap pemerintah.

ERA 2026- SEKARANG : Puncak Pengabdian di PD IWO Kabupaten Nagan Raya

Dipercaya sebagai Ketua PD IWO Kabupaten Nagan Raya. Di bawah kepemimpinan beliau:

1. IWO Nagan Raya menjadi organisasi pers paling aktif dan kompak di Barsela

2. Mengawal kemitraan pers yang sehat dengan Pemkab Nagan Raya, Polres Nagan Raya (0116), Kodim 0116, DPRK Nagan Raya, dan Kejari Nagan Raya

3. Aktif menolak tambang ilegal di Beutong Ateuh Banggalang dan mengawal isu Rp200 Triliun investasi Nagan Raya agar transparan

4. Menjadi penengah konflik sesama insan pers – selalu menyerukan “Jangan saling ngunjing, sesama pers harus saling menguatkan”

KARYA & PENGHARGAAN:

– Lebih dari 30 tahun mengabdi sebagai jurnalis
– Ribuan liputan investigasi tentang lingkungan, sosial dan pemerintahan di Aceh
– Narasumber tetap di berbagai diskusi publik tentang pers dan pembangunan Nagan Raya
– Pelopor jurnalisme ramah lingkungan di Beutong Ateuh

PRINSIP HIDUP

“Menjadi wartawan bukan untuk kaya, tapi untuk membuat orang lain berani bersuara. Kalau pena kita diam, maka kezaliman akan menang.”

No More Posts Available.

No more pages to load.