Angkutan CPO KAI Divre I Sumut Tembus 85 Ribu Ton, Potensi Logistik Sawit Masih Terbuka Lebar

oleh -75 views
oleh

MEDAN || LintasNusantara.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat kinerja positif dalam pengangkutan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Sepanjang Januari hingga September 2026, angkutan CPO yang dilayani KAI Divre I Sumut mencapai 85.785 ton atau meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 78.142 ton.

Peningkatan tersebut memperlihatkan kontribusi transportasi kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi komoditas unggulan Sumatera Utara, khususnya hasil perkebunan kelapa sawit dari kawasan produksi menuju fasilitas pengolahan, pusat perdagangan, hingga jalur pengiriman laut.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa angkutan kereta api memiliki keunggulan dari sisi kapasitas dan efisiensi, terutama untuk mendukung distribusi barang dalam volume besar.

“Capaian pertumbuhan ini menggambarkan peran nyata angkutan kereta api dalam mendukung distribusi komoditas perkebunan di Sumatera Utara. Dengan kapasitas angkut yang besar dalam satu rangkaian, kereta api dapat menjadi pilihan efisien, terutama untuk koridor dengan volume muatan tinggi,” ujarnya.

Menurut Anwar, Sumatera Utara memiliki potensi perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit yang besar sehingga membutuhkan dukungan jaringan logistik yang andal. Pemanfaatan transportasi berbasis rel juga memberikan alternatif bagi pelaku usaha sekaligus membantu mengurangi tekanan kendaraan angkutan berat terhadap lalu lintas jalan raya.

Di sisi lain, peluang pengembangan angkutan CPO melalui kereta api masih terbuka luas. Berdasarkan data BPS Sumatera Utara, produksi kelapa sawit di daerah ini mencapai 8,25 juta ton pada 2025, dengan potensi menghasilkan sekitar 1,897 juta ton CPO.

Dari potensi tersebut, angkutan kereta api baru mencapai 107.199 ton atau sekitar 5,6 persen. Angka ini memperlihatkan masih besarnya ruang pengembangan transportasi kereta api dalam mendukung rantai pasok industri kelapa sawit di Sumatera Utara.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan jaringan rel. Dari 21 kabupaten/kota penghasil sawit di Sumatera Utara, baru tujuh daerah yang dilintasi jalur kereta api, yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Simalungun, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Batu Bara, dan Asahan.

Sementara sejumlah daerah dengan perkebunan sawit yang luas, seperti Langkat, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara, belum terhubung dengan jaringan kereta api. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi optimalisasi pengangkutan komoditas perkebunan menggunakan moda transportasi tersebut.

Untuk mendukung layanan angkutan CPO, KAI Divre I Sumatera Utara mengoperasikan empat stasiun pemuatan yang terhubung dengan fasilitas industri kelapa sawit.

Keempatnya yakni Stasiun Perbaungan yang terhubung dengan PKS Adolina, Stasiun Tebing Tinggi dengan PKS Pabatu, Stasiun Perlanaan dengan PKS Gunung Bayu, serta Stasiun Pulu Raja yang terhubung dengan fasilitas pengisian PKS Pulu Raja.

Keberadaan stasiun tersebut menjadi simpul penting dalam menghubungkan fasilitas pengolahan dengan jaringan distribusi kereta api, sehingga proses pengiriman komoditas dapat berjalan lebih terintegrasi.

Anwar menegaskan, KAI Divre I Sumatera Utara terus mendorong optimalisasi angkutan barang berbasis rel melalui peningkatan keandalan layanan, pemanfaatan kapasitas sarana, serta penguatan kolaborasi dengan pelaku industri dan para pemangku kepentingan.

“KAI Divre I Sumatera Utara terus mendorong optimalisasi angkutan barang berbasis rel untuk mendukung distribusi komoditas unggulan daerah. Melalui peningkatan keandalan layanan, pemanfaatan kapasitas sarana, serta kolaborasi erat bersama pelaku industri dan pemangku kepentingan, angkutan CPO diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap terwujudnya sistem logistik Sumatera Utara yang lebih efisien dan berdaya saing,” tutup Anwar.

Pertumbuhan angkutan CPO tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran transportasi kereta api dalam mendukung sektor perkebunan, industri pengolahan, serta kelancaran distribusi komoditas unggulan di Sumatera Utara.

(Gunawan)

No More Posts Available.

No more pages to load.