Di Pecat, Bripka MN Pelaku Penembak Mati Anggota Polres Melawan

oleh -2,591 views
oleh
Gambar ikustrasi. foto : Net

LOMBOK TIMUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi berat kepada Bripka MN anggota Polsek yang menembak mati korbannya, Briptu HT anggota Humas Polres Lombok Timur dengan hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Tidak terima dengan putusan PTDH oleh KKEP ini, Bripka MN “melawan”. Ia menempuh jalur hukum yakni mengajukan banding atas hukuman KKEP terhadap dirinya.

Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto mengatakan, Komisi Kode Etik Polri (KKEP) melalui sidang putusannya memecat atau PTDH Bripka MN, tersangka penembakan terhadap Briptu HT, rekan kerjanya hingga tewas.

Namun, Bripka MN melawan. Bripka MN menanggapi putusan sidang KKEP tersebut dengan mengajukan upaya hukum lanjutan ke tingkat banding.

Baca Juga :

“Sekarang sedang kita proses untuk pengajuan sidang bandingnya. Maksimal delapan hari sejak putusan sidang komisi kode etik dikeluarkan,” katanya, Jumat (12/11/2021) dikutip Montt.com.

Pengajuan banding Bripka MN ini merupakan bagian dari hak tersangka yang menjalani sidang KKEP. Karena itu, pihaknya sangat menghargai proses hukum yang kini sedang menunggu putusan pada sidang komisi banding.

“Kalau hasilnya tetap pemecatan, ya langsung dilaksanakan prosesnya. Karena tidak ada lagi upaya hukum lanjutan setelah banding,” ujarnya.

Insiden penembakan yang dilakukan Bripka MN kepada korban berinisial Briptu HT terjadi Senin (25/10/2021), di salah satu rumah yang beralamat di BTN Griya Pesona Madani, Kabupaten Lombok Timur.

Berdasarkan hasil olah TKP, korban diduga tewas pada pukul 11.20 Wita, sekitar empat jam setelah salah seorang saksi menemukan jenazahnya tergeletak dengan bersimbah darah.

Aksi penembakan terhadap anggota Humas Polres Lombok Timur ini pun terungkap dari pengakuan pelaku. Terkait dengan motif dari kasus pembunuhan ini diduga karena persoalan asmara. Pelaku cemburu kepada korban yang diduga memiliki hubungan gelap dengan istrinya.

Dari kasus ini, pihak kepolisian menetapkan Bripka MN sebagai tersangka dan telah melakukan penahanan di Rutan Polda NTB. Bripka MN ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Rutan Polda NTB. Karena perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana Juncto Pasal 338 tentang Pembunuhan.(team/Montt/fajar).

No More Posts Available.

No more pages to load.