MEULABOH || LINTAS NUSANTARA.ID – Puluhan Mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat Jum’at siang,19 Mei 2023 pukul 10.15 WIB, melakukan aksi unjuk rasa di gedung integrasi UTU dan pukul 14.39 WIB di depan gedung rektorat.
Aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut adalah untuk menanggapi persoalan pelecehan seksual yang ada di kampus dan belum ada kejelasan perkembangan kasus hingga sudah setahun lamanya.
Kekecewaan mahasiswa pun memuncak ketika tahu bahwa pimpinan tidak ada di kampus dan penjelasan dari pihak satgas PPKS pun tidak cukup menjawab persoalan persoalan yang sedang di suarakan oleh mahasiswa UTU. Sehingga mahasiswa mendirikan tenda di area kampus sambil menunggu kepulangan pimpinan kampus UTU.

Pada aksi tersebut, Desi Selaku korlap mengatakan “Aksi yang kami lakukan adalah bukti kekecewaan dan ketidakpuasan kami terhadap kinerja pimpinan dalam mengevaluasi serta mengontrol kinerja satgas PPKS UTU, yang seharusnya cepat dalam membasmi maupun menangani kasus pelecehan dan kekerasan seksual.
Namun nyatanya setalah hampir 6 bulan dilantik kasus (pelecehan seksual) yang menimpa salah satu mahasiswi UTU masih belum juga terselesaikan.
Pada saat yang sama, seluruh pihak BEM Universitas Teuku Umar pun mengatakan belum ada kejelasan terkait keberlanjutan kasus tersebut, tidak menutup kemungkinan, ini juga bisa seperti fenomena gunung es, dimana yang terlihat hanyalah sedikit, dan yang tak terlihat atau terungkap justru lebih banyak.
Melihat sikap dan tindakan kampus yang acuh tak acuh dalam menyelesaikan beberapa persoalan pelecehan seksual di kampus UTU, ditakutkan akan memperparah permasalahan kekerasan seksual di kampus, yang membuat korban takut untuk melapor.
Adapun beberapa tuntutan kami diantaranya:
1. Mendesak Pimpinan untuk mengevaluasi kinerja satgas PPKS
2. Mendesak pimpinan untuk mengubah persyaratan semester dalam syarat pendaftaran
3. Ungkap nama pelaku ketika pelaku telah memiliki status hukum.(muh)





