,

Setubuhi Pacar Lebih Tiga Kali, Pelajar Di Bengkulu Utara Meringkuk Di Sel

oleh -25.841 views

LINTAS NUSANTARA.ID, BENGKULU UTARA – Cinta monyet yang dijalani antara Kumbang Jantan (17) pelajar SMA dengan Bunga Madu (16) juga pelajar berakhir tragis. Nama keduanya disamarkan. Pelajar yang dimabul asmara ini harus mengakhiri petualangan cintanya. Pasalnya, Kumbang Jantan harus meringkuk di sel tahanan polisi. Bahkan, Kumbang Jantan ini terancam putus sekolah karena mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap Bunga Madu.

Kumbang Jantan dilaporkan ke Polres Bengkulu Utara oleh ibu Bunga Madu yang tidak terima atas persetubuhan yang dilakukan oleh Kumbang Jantan terhadap Bunga Madu. Kedua makhluk sosial ini menjalin hubungan asmara sejak bulan Mei 2020 lalu.

Namun, pergaulan bebas yang dijalani membuat kedua insan yang masih memiliki masa depan panjang ini terjerumus dalam langkah yang salah. Rentan waktu bulan Mei hingga November 2020, Kumbang Jantan berhasil menyetubuhi Bunga Madu hingga tiga kali.

Setelah sukses pertama kali berbuat asusila kepada Bunga Madu, Kumbang Jantan meminta agar tidak melapor ke orang tuanya. Sang Bunga Madu menuruti permintaan Kumbang Jantan karena sangat mencintainya. Namun, suksesnya perbuatan yang tak sepantasnya itu membuat Kumbang Jantan ketagihan dan akhirnya melakukan hal serupa dalam berbagai kesempatan.

Karena tidak tahan dengan perbuatan Kumbang Jantan, akhirnya Bunga Madu memberanikan diri melaporkan perbuatan sang pacar ke ibunya. Sontak ibu Bunga Madu kaget dan marah besar. Dan akhirnya memilih menempuh jalur hukum dan melaporkan Kumbang Jantan ke polisi.

Kapolres Bengkulu Utara Polda Bengkulu, AKBP Anton Setyo Hartanto, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim AKP. Jery S Nainggolan, S.IK menuturkan polisi langsung melakukan pemeriksaan setelah mendapatkan laporan dari orang tua Bunga.

“Dari hasil pemeriksaan penyidik mendapat dua alat bukti. Pelaku ditetapkan tersangka dalam kasus persetubuhan anak dibawah umur,” ujar Kasat Reskrim, Kamis (7/1/2021).

Meskipun tersangka kooperatif, penyidik menjeratnya dengan pasal 82 undang-undang nomor 35 tahunn2014 tentang perlindungan anak dibawah umur. Tersangka diancam hukuman penjara 15 tahun.

Namun, berdasarkan perundang-undangan, tersangka dibawah umur atau yang belum berusia 18 tahun dan berkonflik dengan hukum maka ancaman hukumannya setengah dari ancaman hukuman maksimal orang dewasa.

“Tersangka mengakui perbuatannya menyetubuhi Bunga Madu lebih tiga kali,” terang Kasat.(321/521)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *