,

Beri Efek Jera, Butuh Pos Pam Lebaran di Seputaran Jembatan Muara Padang Guci

oleh -4.322 views
Satlantas Polres Kaur memeriksa sepeda motor remaja tanggung.(foto: Yusman-LN)

LINTAS NUSANTARA.ID, KAUR – Aksi balap liar dan nongkrong diatas jembatan yang mengancam keselamatan jiwa diprediksi bakal terus berlangsung selama bulan Ramadhan hingga pascalebaran Idul Fitri 1442 H. Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, puncak aksi balap liar memasuki H-12 hingga H+7 Idul Fitri. Mengingat, bertepatan masa libur sekolah.

Tahun sebelumnya, pelajar yang selama ini menempuh pendidikan diluar daerah pulang kampung. Sehingga, banyak menghabiskan waktu nongkrong berkumpul diatas jembatan Muara Padang Guci. Bahkan, aksi balap liar kerap dilakukan oleh remaja sekolah maupun pemuda yang pulang kampung dari rantau.

Untuk mencegah dan mengatasi hal tersebut, dibutuhkan adaya Pos Pam lebaran diseputaran jembatan Muara Padang Guci. Personel yang ditempatkan dikawasan ini juga aga diperbanyak guna memback up pembubaran.

Selain itu, kesiapsiagaan jajaran Polsek terdekat juga sangat dibutuhkan. Karena, pengalaman tahun sebelumnya saat kerumunan remaja ini sudah menumpuk ada perlawanan saat dibubarkan petugas.

“Dibutuhkan Pos Pam lebaran disekitar jembatan Muara Padang Guci guna memberi efek bagi remaja yang nongkrong disepanjang jembatan. Mendekati hari lebaran, arus lalulintas akan semakin padat dan sangat membahayakan bagi pengemudi,” ujar Kades Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning, Jaya Wardhana didampingi Kades Padang Kedondong, Wigio, Sabtu (17/4/2021).

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat desa setempat, Hadi Yudiantara. Diperlukan adanya Pos Pam guna mengantisipasi kerumunan remaja diatas jembatan selama bulan Ramadhan hingga pascalebaran.

“Pos Pam diharapkan dapat memberi efek positif bagi remaja yang kerap nongkrong atau balap liar di jembatan tersebut,” ungkapnya.(amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *