Buntut Carut Marut PTT, Bupati Di Desak Copot Kadis BKDPSDM Kabupaten TTU

oleh -132 views
Heribertus Mesakh Tikneon

KEFAMENANU || LINTAS NUSANTARA.ID – Carut marut seleksi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) berbuntut panjang. Wakil ketua Araksi NTT, Heribertus Mesakh Tikneon angkat bicara. Ia mendesak Bupati TTU, Drs David Juanda agar mencopot Kepala BKDPSDM, Arkadius Atitus dari jabatannya.

Araksi NTT menilai, Kepala BKDPSDM TTU tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan, menciptakan kegaduhan publik dalam proses seleksi PTT tahun 2022. Sejak proses awal pengangkatan PTT di Kabupaten TTU pada tahun 2022 ini, seleksi administrasi saja sudah menuai kejanggalan, lalu tolok ukur atau standar yang dijadikan sebagai acuan dalam menentukan lulus atau tidaknya seseorang menjadi PTT itu juga tidak jelas.

Ada yang skor nilai akhirnya dibawah, malah lulus, ada juga yang nilai administrasinya nol, tapi lulus. Bukankan, jika tidak lulus seleksi administrasi, maka tidak bisa untuk ikut seleksi tahapan selanjutnya? ungkap Herry. Hal ini sangat blunder dan terkesan tidak masuk akal.

Wakil Ketua Arakai NTT juga menegaskan, agar tidak semakin memperkeruh situasi birokrasi di TTU, maka Bupati TTU harus segera copot Arkadius dari jabatan Kepala BKDPSDM Kabupaten TTU lalu ganti dengan orang lain yang lebih tepat dan berkompeten.

Sehingga, tidak terjadi kejadian-kejadian janggal seperti ini lagi di TTU. Ia juga meminta agar Bupati TTU perlu segera melakukan klarifikasi dan penyampaian kepada publik terkait indikator atau standar apa yang dipakai sebagai acuan yang menentukan seseorang dinyatakan lulus atau tidak dalam proses seleksi PTT di Kabupaten TTU tahun 2022.

Bupati juga perlu melakukan evaluasi Pansel PTT Kabupaten TTU tahun 2022, sehingga tidak merusak citra Kabupaten TTU di mata publik dengan munculnya kegaduhan-kegaduhan yang tidak masuk akal sehat seperti ini.

Lanjut Herry, bahwa ini merupakan penyakit birokrasi. Semestinya, Kabupaten TTU di masa kepemimpinan David Juanda dan Eusabius Binsasi, tidak dijumpai persoalan-persoalan seperti yang terjadi sekarang.

Karena, Bupati dan Wakilnya adalah birokrat tulen yang lumayan berpengalaman di dalam hal manajemen birokrasi dan kepemimpinan, akan tetapi ini malah banyak hal blunder yang kita jumpai di masa kepemimpinan kali ini, tandasnya.(ans)

Pewarta : Toni Sanbein

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *