Bupati Malaka Kutuk Pencabulan Anak Bawah Umur

oleh -432 views
Bupati Malaka

MALAKA || LINTAS NUSANTARA.ID – Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H, M.H, meminta Penyidik Polres Malaka untuk menindaktegas pelaku yang terbukti bersalah dalam kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur. karena, Pelecehan seksual anak merupakan perbuatan yang sangat tidak bermoral yang melibatkan anak-anak dibawah umur untuk melakukan aktivitas seksual yang belum sepatutnya mereka ketahui bahkan rasakan seperti yang terjadi pada Anak CTS (13), warga Desa Kakaniuk yang berdomisili di Dusun Pasar Baru Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Propinsi NTT baru-baru ini.

Alasan mendasar terkait proses hukum terhadap kasus yang tidak melindungi dan melecehkan harkat dan martabat manusia, khususnya perempuan dan anak. “Harus diproses hukum dan ditindaktegas.

“Apalagi ini terjadi pada perempuan, khususnya anak di bawah umur karena banyak dampak yang terjadi bagi korban pelecehan seksual, dan juga dapat merusak fisik serta mental anak tersebut.

“Proses hukum harus ditegakkan, karena tidak ada warga negara yang kebal hukum.
Jangan diplintir secara politik sebab walaupun orang dekat sekalipun, Semua kita sama di mata hukum, equality before the law. Saya menjamin tidak ada konflik kepentingan dengan pelaku. Dan Saya mengutuk perbuatan jahat pelaku pemerkosaan anak di bawah umur ,” Tutur Bupati Simon dalam keterangan persnya yang disampaikan kepada wartawan, Sabtu (7/5/22)

Dijelaskannya bahwa, kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai perbuatan jahat karena berkaitan dengan sikap dan perilaku manusia. Sehingga, proses hukum dipercayakan kepada aparat penegak hukum. Itulah sebabnya, Bupati Simon meminta aparat penegak hukum agar bertindak profesional untuk menjamin rasa keadilan masyarakat.

“Perbuatan jahat yang berkaitan dengan sikap dan perilaku manusia ini, Saya percayakan kepada aparat penegak hukum supaya bertindak secara profesional. Dan Jangan setiap ada kasus, digunakan untuk menyerang orang lain, karena Itu perbuatan orang secara person,” pungkasnya.(ans)

Laporan : Toni Sanbein

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *