Jagung Primadona, Kebun Karet Dibabat Habis

oleh -3,504 views
oleh
Gambar ilustrasi

KAUR ││ LINTAS NUSANTARA.ID – Bercocok tanam jagung pipil oleh masyarakat saat ini menjadi salah satu usaha yang primadona. Hampir setiap petani merombak jenis tanaman musimannya ke jagung pipil. Selain harganya menjanjikan, masa panen jagung relatif singkat di banding jenis komoditi lainnya.

 

Ada dampak dari pengembangan komoditi jagung pipil ditengah masyarakat. Khususnya, pada jenis tanaman karet yang dibabat habis oleh petani berganti dengan jenis jagung pipil. Bagi sebagian petani, karet tidak lagi menjanjikan penghasilan bagi keluarga.

Baca Juga :

Oleh karenanya, banyak lahan yang selama ini ditumbuhi karet dibabat habis dan berganti dengan pengelolaan jagung. Mutasi komoditi ini, menyebabkan pasokan getah karet yang diproduksi petani di Kabupaten Kaur mengalami penurunan drastis. Mengingat, lahan karet sudah banyak berubah menjadi hamparan kebun jagung.

 

“Karet tidak lagi menjadi komoditi unggulan bagi petani. Banyak yang beralih ke jagung pipil, lahan kebun karet dibabat habis karena harga jual getah yang tidak lagi bersahabat,” ungkap Dedi Lubis (42) petani karet asal Desa Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning.(amr)

No More Posts Available.

No more pages to load.