,

Kapolres Lebong : Untuk Menekan Kejahatan Seksual PP 70 Tahun 2020 Wajib Diberlakukan

oleh -1.091 views

LINTAS NUSANTARA.ID, LEBONG – Guna memberikan efek jera bagi para pelaku asusila terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Lebong, Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong, untuk menerapkan hukuman maksimal atau dikebiri. Senin (08/02/2021)

Untuk di Kabupaten Lebong, kasus asusila terhadap anak dibawah umur memang masih cukup banyak ditangani oleh Polres Lebong dan jajarannya. Jejak 3 tahun terakhir memang ada penurunan, namun bisa dikatakan cukup tinggi, ucap Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur kepada wartawan belum lama ini.

Menurutnya, di awal Tahun 2021 ini, pihaknya berhasil menangkap pelaku asusila berinisial RZ (45) dan korbannya 2 perempuan yang merupakan kakak beradik dan salah satu dari korban masih anak dibawah umur, serta yang lebih mengejutkan lagi pelakunya adalah pamannya sendiri.

“Bukannya memberikan perlindungan terhadap keponakan, melainkan paman sendiri yang menggarapnya,” kesal Kapolres.

Ia menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, terkait memberikan hukuman maksimal ataupun memberikan hukuman kebiri kimia sesuai dengan Peraturan pemerintah (PP) nomor 70 tahun 2020 yang sebelumnya telah ditandatangani Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo.

“Jika hukuman kebiri kamia bisa diberlakukan, maka Lebong yang pertama menerapkannya,” tegasnya.

Dengan diberlakukan hukuman maksimal terhadap pelaku kejahatan seksual ini nantinya, besar kemungkinan tindakan keriminal khususnya kejahatan terhadap anak-anak dibawah umur di Kabupaten Lebong dapat segera teratasi, ujarnya

Ia berharap, kasus asusila diawal Tahun 2021 ini, merupakan kasus terakhir yang terjadi di Kabupaten Lebong. Jangan sampai ada lagi korban lainnya, mari kita bersama-sama menjaga anak-anak kita dari para pelaku penjahat seksual,” ajaknya.

Terungkapnya kasus asusila yang dilakukan RZ (45) warga Kecamatan Lebong Tengah terhadap 2 kakak beradik sebut saja Bunga dan Kuncup (1 anak dibawah umur) yang diketahui memiliki kekurangan (Autis) setalah adanya laporan dari keluarga korban atas perbuatan pelaku yang telah menyetubuhi keduanya.

Perbuatan pelaku sendiri telah dilakukan berulang kali terutama terhadap korban Bunga (kakak) sejak awal tahun 2020 yang lalu, setelah itu pelaku juga melakukan hal serupa terhadap Kuncup. Perbuatan pelaku sendiri dilakukan di kamar para korban, ketika mengetahui orang tua para korban sedang keluar rumah untuk bekerja.

Untuk saat ini pelaku sendiri sudah berhasil diamankan di Mapolres Lebong, guna menjalani pemeriksaan dan menunggu hukuman yang akan diberikan kepada dirinya.

Dimana, dalam kasus ini, penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Lebong, membagi 2 berkas, dikarnakan salah satu korban masih tergolong anak dibawah umur.(Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *