Kaur Berseri, Desa Dilanda DBD Tak Terfogging

oleh -1.314 views
Foto Ilustrasi, Sosialisasi Cegah DBD dengan 3 M oleh Pemkab Bengkulu Selatan.(foto: Media Centre BS)

KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Harapan untuk mewujudkan cita-cita Kabupaten Kaur Berseri masih butuh waktu panjang dan kesiapan semua pihak. Sebab, hampir dua pekan, Desa Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning dilanda Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini tak terfogging.

Padahal, pemerintah pusat mencanangkan penanganan cepat terhadap penyakit menular yang memiliki angka kematian cukup besar bagi masyarakat. Ditengah kondisi cuaca buruk saat ini, penyebaran DBD akan semakin cepat.

Bahkan, satu dari dua korban DBD hingga saat ini masih dalam kondisi kritis di Rumah Sakit (RS) Assyifa Kota Manna Kabupaten Kaur. Harapan masyarakat adanya fogging guna mengantisipasi sebaran DBD kian pudar.

Informasi diperoleh masyarakat, obat fogging saat ini tidak tersedia. Padahal, ini termasuk dalam kategori penyakit menular yang tingkat sebarannya sangat cepat. Selain itu, DBD masuk dalam daftar penyakit yang menjadi faktor penyebab kematian bagi penderitanya.

Ketersediaan obat emergency ini seharusnya tidak boleh kosong sama sekali. Namun, apa daya informasi menyebutkan obat fogging benar-benar kosong. Sehingga, masyarakat harus secara mandiri mencegah dan mengatasi penularan DBD dengan berbagai metode tradisional.

“Kita menyayangkan tidak ada upaya fogging guna mengantisipasi penularan DBD. Padahal, korbannya saat ini masih dirawat intensif di RS Assyifa Kota Manna. Benar atau tidaknya informasi obat fogging kosong digudang farmasi Kabupaten Kaur belum dapat dipastikan,” ujar Erwandi (48) warga Desa Padang Leban.(amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *