Mantan Dirut Bank Bengkulu Diperiksa Kejati Terkait Dugaan Korupsi 15 Miliar

oleh -952 views

LINTAS NUSANTARA.ID, KOTA BENGKULU – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Senin siang (8/2/2021) memanggil mantan Direktur Bank Bengkulu, Wimran Ismaun guna dimintai keterangan terkait dugaan korupsi pemberian fee atau kontra prestasi/timbal jasa terhadap ASN yang ditafsir mencapai Rp. 15 Miliar.

Sebelumnya, Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Bengkulu Senin (1/2/2021) telah memeriksa Direktur Utama Bank Bengkulu Agus Salim Direktur Kepatuhan Neni, Mantan Direktur Pemasaran Alfian, Kepala Bagian Pemasaran Dahliana Santi, Kepala Bagian Teasury Bank Bengkulu Dianita Afrianti.

Mantan Direktur Bank Bengkulu Wimran Ismaun sendiri datang ke Kejaksaan Tinggi Bengkulu sekira pukul 14.00 WIB yang didampingi beberapa pejabat Bank Bengkulu menuju ruangan Penyidik Tindak Pindana Khusus Kejati Bengkulu.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Marthin Luther membenarkan adanya pemeriksaan terhadap mantan Dirut Bank Bengkulu Wimran Ismaun. Namun, dikatakan Martin Luther pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalan tahap penyelidikan.

“Kami belum bisa mempublikasikan secara detail kepada rekan-rekan, karena sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” Kata Martin Luther sambil berjalan menuju ruang kerjanya.

Hingga saat ini belum ada keterangan lebih lanjut dari mantan direktur Bank Bengkulu Wimran Ismaun terkait pemanggilan tersebut karena masih dalam proses pemeriksaan di ruangan Penyidik Tindak Pindana Khusus Kejati Bengkulu.

Dilansir dari berita sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) Bank Bengkulu, Agus Salim membenarkan bahwa dirinya bersama sejumlah pimpinan dan pejabat Bank Bengkulu lainnya diperiksa Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu beberapa waktu lalu terkait dugaan program kontra prestasi atau timbal jasa/pemberian fee ke para ASN.

“Memang benar Kejaksaan Tinggi Bengkulu saat ini sedang melakukan penyelidikan kepada Bank Bengkulu yaitu meminta keterangan terkait program-program Bank Bengkulu yaitu program kontra prestasi terhadap jalinan kerjasama kita kepada mitra kerja. Mitra kerja itu OPD. Terhadap program itu dilakukan penyelidikan, dimintai keterangan oleh Kejaksaan Tinggi,”Kata Dirut Bank Bengkulu, Agus Salim Jum’at (5/2/2021) dalam konferensi pers keada sejumlah awak media.

Kemudian, kata Agus Salim, dalam rangka mengikuti proses pemeriksaan tersebut, tentunya kami (Bank Bengkulu/Red) secara transapran dan kooperatif dengan pihak Kejaksaan Tinggi. Memberikan informasi secara transparan.

Namun, Agus Salim menyebutkan pihaknya tidak bisa memberikan informasi apapun terkait isi pemeriksaan itu kepada awak media. Melainkan kewenangan pihak Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Ia menyarankan jika informasi itu dibutuhkan silahkan kepihak Kejaksaan Tinggi.

“Kami hanya membenarkan bahwa iya benar ada pemeriksaan,”sebutnya.(fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *