Mengenal Lebih Dekat Alumni STPDN Yang ‘Terbuang’

oleh -4.647 views

LINTAS NUSANTARA.ID, KAUR – Nama Asdyarman, S.Stp putra asli Kecamatan Kinal Kabupaten Kaur yang menetap di Desa Bandu Agung Kecamatan Kaur Utara cukup disegani dan dikenal luas di Provinsi Bengkulu. Ia adalah alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) beberapa tahun silam.

Asdyarman, S.Stp tergolong alumni STPDN angkatan pertama dari Kabupaten Kaur yang sebelumnya masih tergabung dalam Kabupaten Bengkulu Selatan. Sepak terjangnya di pemerintahan tak diragukan lagi. Namun, sayang beberapa dekade terakhir, karir ASN-nya meredup.

Bahkan, ia terparkir tanpa ada jabatan sama sekali. Mirisnya, alumni STPDN satu ini justru mendapat amanah sebagai penyuluh Keluarga Berencana (KB). Padahal, basis ilmu dan pendidikannya adalah menguasai struktur pemerintahan.

Jabatan terakhir yang diamanahkan kepada dirinya adalah Camat Kaur Utara. Namun, perbedaan pandangan politik daerah dalam beberapa periode di Kabupaten Kaur menjadikan langkah karirnya di ASN terhenti.

Asdyarman, S.Stp merupakan satu tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Kaur dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Sayangnya, perjuangan keras serta pengorbanan jiwa dan harta dalam pemekaran kabupaten tidak dipandang sama sekali.

Potensi pengetahuan ilmu pemerintahan justru tidak termanfaatkan sama sekali oleh pemerintah. Para juniornya saat ini sudah banyak yang mengabdikan diri sebagai pejabat tinggi.

Aset daerah satu ini terbuang sia-sia hanya karena kepentingan politik daerah. Oleh karena itu, pemberdayaan alumni STPDN atau IPDN harusnya terus dikembangkan. Pasalnya, alumni STPDN merupakan orang pilihan yang memiliki kemampuan khusus dalam menjalankan roda pemerintahan daerah maupun birokrasi ditingkat pusat.

Miris memang, alumni STPDN yang selama ini menjadi kebanggaan generasi muda seakan terbuang tanpa ada pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Oleh karenanya, putra-putri terbaik daerah ini yang berhasil masuk di pendidikan kedinasan IPDN lebih memilih bertugas diluar daerah.

“Ya, sangat disayangkan aset sumber daya manusia yang hebat terbuang begitu saja. Bahkan, mereka lebih memilih untuk mengabdikan diri didaerah lain,” ujar Lukman (48) warga Desa Gunung Agung Kecamatan Kaur Utara, Kamis (4/2/2021).(007)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *