Miris!!! Satu Tahun Dua Kakak Beradik Di Gagahi Paman Sendiri

oleh -3.092 views

LINTAS NUSANTARA.ID, LEBONG – Kasus kekerasan seksual, terhadap perempuan dan anak dibawah umur kembali terjadi. Kali ini menimpa dua kakak beradik RS (19) dan PE (15) warga Kabupaten Lebong, dilakukan oleh RZ (45) warga Desa Semelako 1 Kecamatan Lebong Tengah Kabupaten Lebong, yang tak lain adalah paman korban sendiri, kekerasan seksual ini dialaminya sejak pada (18/01/2020) yang lalu (satu Tahun), mirisnya lagi kedua kakak beradik ini mengalami keterbelakangan mental. Kamis (04/02/2021).

Kasus ini terungkap, ketika bibi korban mendapati adanya kejanggalan pada korban, curiga dengan hal itu bibi korban memeriksakan korban ke Bidan setempat, benar saja, saat di periksa bidan mendapati “MAAF” kemaluan korban sudah robek. Mengetahui hal tersebut, bibi korban langsung melaporkan kejadian yang di alami keponakannya ke Polres Lebong.

Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur, S.Ik di dampingi Kabag Ops, AKP Rafenil Yaumil Rahman dan Kasat Reskrim, AKP Didik Mujianto, saat konferensi Pers di Polres Lebong mengatakan.

Awal mula kejadian, saat pelaku mendatangi rumah korban dan menanyakan bapak korban, dan tanpa menaruh rasa curiga korban menjawab “Bapak pergi” sembari menunggu bapak korban pelaku masuk kerumah dan berbincang-bincang bersama korban dan adiknya. Merasa keadaan aman pelaku langsung melancarkan nafsu bejadnya, dan untuk kedua korban ini, juga mengalami keterbelakangan mental, ujar Kapolres.

Polisi mendatangkan Ahli Psikologi dari Jakarta

Mengingat, kedua korban mengalami keterbelakangan mental pihak Kepolisian Polres Lebong, juga mendatangkan Ahli Psikologi guna untuk pendampingan hukum serta mengungkap kronologis kejadian sebenarnya.

Benar saja, ahli psikologi yang di datangkan Polisi berhasil mengungkap kejadian sebenarny, bahwasannya kejadin yang dialami korban dan adiknya ini sudah berlangsung selama Satu Tahun (1 Tahun).

Atas perbuatannya, pelaku RZ (45) dijerat polisi dengan tindak pidana menyetubuhi / pencabulan anak dibawah umur sebagai mana dimaksud pada 81 ayat (1) Jo 76D dan (3) Undang-undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan pelaku diancam hukuman penjara selama 20 tahun, ujar Kapolres. (Arf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *