KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Memasuki musim tanam padi tahun ini, petani sawah masih menyimpan momok menakutkan. Hewan ternak khususnya, jenis sapi dan kerbau serta kelangkaan pupuk subsidi menghantui petani sawah.
Pasalnya, hewan ternak kerapkali masuk kearea sawah dan merusak tanaman. Begitu pula, kelangkaan pupuk menyebabkan petani harus merogeh kocek lebih dalam lagi. Untuk memenuhi nutrisi tanaman harus membeli pupuk non subsidi yang harganya melangit.
Baca Juga :
Diharapkan, pemilik ternak dapat mengandangkan hewan peliharaannya selama musim tanam hingga panen tiba. Hewan ternak menjadi salah satu faktor timbulnya konflik ditengah masyarakat khususnya petani yang emosi akibat tanaman rusak.
Kelangkaan pupuk subsidi juga ikut menjadi faktor penting turunnya hasil produksi saat musim panen tiba. Harapan petani, pupuk subsidi dapat dijaga ketersediaannya.
“Harapan petani sawah tentunya, pupuk subsidi dan hewan ternak dapat dijaga karena kerap menimbulkan masalah,” ujar Edi Latif (53) petani sawah Kecamatan Tanjung Kemuning.(amr)





