,

Sidang Vonis Alat Tangkap Trawl, Polisi Siagakan Barracuda & Water Canon

oleh -503 views

LINTAS NUSANTARA.ID, KOTA BENGKULU – Sidang Vonis atau mendengarkan Putusan akhir Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu dalam kasus kepemilikan alat tangkap trawl di gelar Selasa siang (23/02/2021). Dalam sidang vonis tersebut terlihat dihadiri ratusan nelayan dari kedua kelompok yang sempat bentrok beberapa waktu lalu, kedua kelompok nelayan tersebut yakni masing-masing kelompok nelayan tradisional yang berkumpul di Simpan 5 Ratu Samban dan Kelompok nelayan trawl yang berkumpul di Simpan Skip Kota Bengkulu.

Dalam pelaksanaan sidang terhadap empat terdakwa yang dilakukan di pengadilan negeri Bengkulu, Ratusan nelayan dari kedua kelompok tampak mengawal sembari menantikan putusan vonis yang dibaca oleh majelis hakim pengadilan negeri Bengkulu terhadap kasus yang menimpa 4 orang terdakwa tersebut.

Kabag Ops Polres Bengkulu, AKP. Enggarsyah Alimbaldi Mengatakan guna menghindari terjadinya bentrokan antar kedua kelompok nelayan pasca dibacakan vonis oleh majelis hakim pengadilan negeri Bengkulu sehingga kedua kelompok nelayan tersebut sengaja di pisahkan di dua lokasi yang berbeda dengan tetap mendapatkan pengawalan ketat polisi.

Banyak nelayan dari kedua kelompok yang datang pada pembaca sidang Vonis Alat Tangkap Trawl memaksa pihak kepolisian menurunkan sebanyak 550 personel gabungan untuk melakukan pengamanan. Bahkan pihak kepolisian menutup ruas jalan yang ada didepan gedung pengadilan negeri Bengkulu untuk membatasi pergerakan dua kelompok nelayan tersebut.

“Kita lakukan pengamanan dan penutupan jalan untuk mengantisipasi bentrok agar kedua kelompok tidak bertemu. Lebih kurang ada sebanyak 550 personel gabungan dari Polres Bengkulu dan Polda Bengkulu yang diterjunkan untuk melakukan pengamanan bahkan kita juga mengerahkan Mobil Barracuda, Mobil Water Canon dan Mobil Rainmas guna antisipasi terjadi bentrokan antar kedua kelompok” ungkap Kabag Ops Polres Bengkulu, AKP. Enggarsyah Alimbaldi.

Dalam pantauan di lapangan terlihat ratusan nelayan dari kedua kelompok yakni dari nelayan tradisional dan nelayan trawl tampak mengabaikan Protokol Kesehatan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah. di mana terlihat kedua kelompok nelayan berkerumun dan berkelompok di satu titik tampa adanya jaga jarak serta tidak menggunakan masker saat berkerumun.

Sidang kasus alat tangkap trawl ini sendiri digelar Pengadilan Negeri Bengkulu secara virtual terhadap keempat terdakwa. Dalam sidang yang berlangsung selama lebih kurang 3 jam tersebut dengan dua agenda sekaligus yaitu mendengarkan pledoi atau pembelaan keempat terdakwa dan pembacaan putusan. Majelis hakim pengadilan negeri Bengkulu dalam sidang memutuskan untuk keempat terdakwa divonis dengan hukuman 2 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.(fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *