Terima Rekomendasi Belajar Tatap Muka, 225 Sekolah Kota Bengkulu Siap Aktif Kembali

oleh -667 views

LINTAS NUSANTARA.ID, KOTA BENGKULU – Pasca di perbolehkannya kegiatan belajar mengajar secara tatap muka oleh pemerintah Kota Bengkulu beberapa waktu lalu. Dinas Pendidikan Kota Bengkulu mencatat telah ada sebanyak 225 Sekolah mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah mendapatkan surat rekomendasi dari Satuan Tugas Covid-19 (Satgas Covid-19) untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Rosmayeti Kadis Pendidikan Kota Bengkulu mengatakan untuk Sekolah yang akan melakukan pembelajaran secara tatap muka wajib memiliki surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 dengan terlebih dahulu harus memiliki sarana dan prasarana protokol kesehatan di sekolah masih-masing sesuai dengan Surat Edaran Walikota Bengkulu yang mewajibkan setiap sekolah harus memiliki Termogan, Hand Sanitizer, memiliki minimal 3 hingga 4 tempat cuci tangan dan menggunakan masker saat berada di lingkungan sekolah.

” Untuk saat ini yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 tercatat sebanyak 225 sekolah, Semuanya sudah memiliki protokol kesehatan yang ketat di sekolah masing-masing, mulai dari siswa masuk ke gerbang sekolah hingga siswa berada di dalam kelas dan 225 sekolah ini juga telah memiliki sarana dan prasarana protokol kesehatan Covid- 19 sesuai dengan Surat Edaran Walikota Bengkulu,”Unjar Rosmayeti yang di dampingi oleh Jhon Hendri Koordinator Pengawas dispendik kota Bengkulu.

Dijelaskan Rosmayeti untuk setiap sekolah juga diwajibkan membatasi jumlah siswa di dalam kelas dengan maksimal 50 persen dari jumlah siswa yang ada di kelas sehingga tidak terjadinya kerumunan didalam sekolah.

Sedangkan untuk sistem belajar mengajar juga dilakukan dengan cara sistem dibagi menjadi dua kelompok dalam satu kelas sehingga satu siswa dalam satu minggu siswa mendapat belajar secara tatap muka di sekolah selama 3 hari dengan jam belajar yang lebih singkat dan tidak adanya jam istirahat.

Sementara apabila nantinya ditemukan ada yang siswa ataupun guru di sekolah yang terkonfirmasi positif Covid-19 atau memiliki gejala Covid- 19 maka sekolah tersebut akan kita liburkan dulu selama 14 hari.

“Kalo ada juga orang tua yang ingin anaknya untuk belajar dari rumah kita tidak mempermasalahkan, semua sistem belajar mengajar telah kita atur sedemikian rupa sehingga siswa tinggal memilih mau belajar secara daring atau belajar secara tatap muka, itu semua tergantung pada orang tua siswa masing-masing yang jelas Protokol Kesehatan Covid-19 kita pastikan berjalan secara ketat,”. Tutup Rosmayeti.(fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *