Tidak Pakai Masker, Puluhan Pengendara Dihukum Push up & Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

oleh -1.511 views

LINTAS NUSANTARA.ID, KOTA BENGKULU– Sebanyak puluhan pengendara yang melintas di kawasan Jalan Bali, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu terjaring operasi Yustisi yang di gelar Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid- 19 kota Bengkulu.

Rata-rata puluhan pelanggar Protokol Kesehatan yang terjaring dalam razia operasi Yustisi yang di gelar satgas Covid- 19 kiota Bengkulu ini tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah. Adapun untuk pelanggar Protokol Kesehatan yang terjaring tidak hanya orang dewasa tetapi juga para anak-anak hingga para remaja.

David Edison Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Bengkulu mengatakan Para pelanggar Protokol Kesehatan yang terjaring dalam operasi Yustisi ini langsung di data dan diberikan sanksi hukuman di tempat yakni berupa Sanksi Push up sebanyak 5 kali dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dan membacakan Pancasila.

” Yah Sanksi yang kita berikan kepada puluhan pelanggar Protokol Kesehatan yang terjaring razia ini sebagai bentuk membuat efek jera kepada pelanggar Protokol Kesehatan agar kedepannya dapat selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah sebagai bentuk upaya bersama memutuskan mata rantai penularan virus Covid- 19 yang terus meningkat di kota Bengkulu setiap harinya,” Kata David Edison sesuai melakukan Operasi yustisi.

David Edison juga mengatakan untuk saat ini tingkat pelanggar Protokol Kesehatan di Kota Bengkulu masih tinggi sepanjang pademi virus Covid- 19 melanda Kota Bengkulu, Bahkan kasus terkonfirmasi positif Covid- 19 di Kota Bengkulu telah menembus angka 2.334 Kasus dengan jumlah terkonfirmasi positif Covid- 19 yang meninggal dunia mencapai 82 Kasus.

Puluhan pelanggar Protokol Kesehatan yang telah terdata Satgas Covid-19 Kota Bengkulu ini nantinya jika masih mengulangi lagi tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah di tentukan sesuai dengan SE Walikota Bengkulu maka akan di berikan sanksi yang lebih tegas yakni berupa denda hingga terancam pidana. (Fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *