LINTAS NUSANTARA.ID, KAUR – Abrasi sungai Padang Guci khususnya di wilayah Desa Ulak Agung Kecamatan Padang Guci Hilir kian parah. Bukan hanya mengancam lahan pertanian warga, namun juga mengancam bangunan rumah dan sarana umum milik pemerintah.
Salah satu dampak abrasi yang kian mengganas, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ulak Agung amblas tergerus abrasi sungai. Akibatnya, beberapa batu nisan pemakaman ini jatuh dan berserakan di sungai yang mengering. Namun, pada saat penghujan air sungai kembali menghanyutkan makam lainnya.

Pjs Kades Ulak Agung, Hengky Tomi, SE, Rabu (10/3/2021) mengatakan, abrasi sungai ini sangat mengkhawatirkan. Ancaman amblasnya lahan pertanian dan bangunan kian nyata. TPU merupakan fasilitas yang sudah lebih dari 80 persen lahannya tergerus air sungai.
“Keluarga pemilik makam sudah banyak yang memindahkan pemakaman kearea lebih aman. Namun, hingga saat ini belum memiliki lahan hibah guna merelokasi TPU,” ungkap Hengky Tomi.
Menurutnya, masyarakat memerlukan adanya lahan baru sebagai TPU merelokasi yang tergerus air sungai. Pemerintah desa berupaya keras mendapat lahan baru, sementara ini warga memindahkan makam dilokasi lahan pribadi masing-masing.
“Belum ada lahan baru sebagai lokasi TPU baru. Sehingga, bagi yang memindahkan makam masih dilahan pribadi masing-masing,” tutup Hengky Tomi.(amr)





