LINTAS NUSANTARA.ID, KAUR – Jembatan Muara Padang Guci Desa Padang Kedondong Kecamatan Tanjung Kemuning masih menjadi tempat favorite bagi remaja ngabuburit menunggu buka puasa. Bahkan, dilokasi ini menyajikan tontonan gratis yang membuat remaja dan pelajar semakin asyik nongkrong diatas jembatan. Yakni, Balapan Liar (Bali) diatas jembatan digelar gratis bagi siapa saja yang mau nonton. Namun, bagi pembalap mereka memiliki peluang mendapat hadiah taruhan dari penonton.
Sayangnya, aksi Bali ini sangat membahayakan keselamatan jiwa bagi penonton dan pembalap. Bahkan, sangat mengganggu kelancaran lalulintas.
Meskipun, sadar membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain, namun pembalap dan remaja yang asyik nongkrong didua sisi jembatan seakan tidak mempedulikan ancaman bahaya yang mengintai.
Memasuki H+5 Ramadhan, Bali terjadi setiap hari. Ratusan anak muda membawa sepeda motor dengan menggunakan knalpot racing memecah telinga mulai pukul 15.30 WIB. Anak-anak muda ini baru membubarkan diri pukul 18.00 WIB.
Anak-anak remaja ini berasal dari berbagai kecamatan. Mulai dari Tanjung Kemuning, Kelam Tengah, Kaur Utara, Padang Guci Hilir, Padang Guci Hulu, Lungkang Kule, Kinal, Semidang Gumay, Kaur Tengah, Luas dan Kaur Selatan. Bahkan, ada yang sengaja datang dari Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan bertujuan ikut balapan diatas jembatan.
Penampilan sepeda motor dengan suara knalpot racing yang keras menggema diatas jembatan Muara Padang Guci.
Balapan ini sangat meresahkan bagi pengguna jalan raya. Sebab, sepeda motor parkir diatas jembatan dikedua sisi membuat badan jembatan menyempit. Sehingga, kendaraan umum yang melintas harus ekstra hati-hati.
Mirisnya, jika ada kendaraan roda empat, enam ataupun roda dua yang tersenggol motor parkir maka menjadi sasaran empuk anak muda melampiaskan keganasannya.
Dibutuhkan kerja keras semua pihak untuk mengatasi balapan liar ini. Jika dibiarkan begitu saja maka akan menjadikan kebiasaan buruk anak muda karena merasa aman dari kejaran aparat hukum.
“Kami sudah sangat kesal dengan ulah anak-anak muda balapan diatas jembatan. Namun, mau bilang apa ditegur justru melawan. Dari pada bikin pusing, lebih baik dibiarkan saja semaunya,” ujar Adiwin (41) warga sekitar jembatan Muara Padang Guci, Jumat (16/4/2021).(amr)







