Presidium Pemekaran Kaur: Kabupaten Ini Beranjak Dewasa

oleh -2,848 views
oleh

KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Para pelopor pemekaran Kabupaten Kaur tahun 1996-1997 menilai bahwa Bumi Se’ase Seijean tercinta ini sudah beranjak dewasa. Di moment peringatan hari lahir, 23 Mei 2021 lalu, Kabupaten Kaur tepat berusia 18 tahun. Jika diupamakan dengan manusia, maka diusia ini sedang semangat, energik dan penuh motivasi untuk maju.

Seperti halnya diungkap ketua Presidium H. Syamhardi Saleh melalui mandatnya kepada Tokoh pejuang pemekaran daerah, Asyarman, S. Sos untuk menghadiri pelantikan dan upacara peringatan HUT Kaur ke-18.

Dalam pandangannya, Asdyarman menyampaikan kepada masyarakat bahwa, Kabupaten Kaur ini sudah beranjak dewasa. Sudah mengakhiri masa baligh, artinya semua kebijakannya adalah atas nama kepentingan publik dan masyarakat Kabupaten Kaur secara khusus.

“Setiap tanggal 23 Mei setiap tahunnya merupakan memont bersejarah bagi masyarakat Kaur. Betapa berat dan besarnya pengorbanan para tokoh yang tergabung dalam presidium pemekaran. Dibenak mereka bukan untuk mengejar jabatan, namun tidak lain bagaimana menciptakan daerah otonom daerah yang membawa kesejahteraan bagi warganya,” ujar Asdyarman,. Selasa (25/5/2021).

Persidium adalah perpanjagan tangan suara rakyat Kaur. Yang menginginkan kemajuan dan berkeadilan. Sehingga, masyarakat menaruh harapan besar diusia 18 tahun ini, Kaur bangkit dan terus berkembang. Tidak lagi hanya mementingkan golongan ataupun kelompok kecil tertentu. Orientasi ke depan adalah kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

“Perjuangan berat presidium banyak memakan pengorbanan, baik waktu, fikiran maupun biaya. Namun, ini semua tidak menjadi penghambat bagi para pejuang daerah. Ikhlas, sabar serta doa masyarakat menjadi kunci keberhasilan pejuang meraih kesuksesan menciptaan daerah otonomi,” ungkap Asdyarman.

Presidium berharap, seluruh elemen masyarakat dapat menterjemahkan cita-cita pejuang. Doa dan dukungan kepada pemerintah daerah menjadi semangat dan kontrol sosial pemerintah daerah. Sebagaiamana diketahui, Kaur telah memilih pemimpin baru, untuk itu dukung dan terus doakan agar pemimpin ini mampu menjadi pilar kebangkitan daerah yang tertinggal. Dukung dengan kesesuaian kapasitas dan kemampuan masing-masing.

Diakui Asdyarman, presidium beberapa dekade terakhir seakan tenggelam dalam ketidakpercayaan. Presidium dipandang sebelah mata, dikucilkan bahkan cenderung dilecehkan. Presidium dianggap tidak ada, sehingga pelopor pejuang daerah hanya tinggal nama.

“Moment hari jadi Kaur ke-18 ini, mengembalikan energi para pejuang pemekaran. Seiring pernyataan Bupati, Wakil Bupati (Wabup) dan Wakil Gubernur (Wagub) yang sangat mengapresiasi kepada presidium pemekaran Kabupaten Kaur. Meskipun hanya melalui kata-kata, ini adalah suatu hal yang sangat bermakna bagi para pelopor presidium. Luka yang kami rasakan bertahun-tahun, kini terobati, luka itu sirna, luka itu menjelma menjadi senyum dan kembali mengangkat semangat juang yang hilang,” tandas Asdyarman.(amr)

No More Posts Available.

No more pages to load.