BENGKULU UTARA || LINTAS NUSANTARA.ID – Niat tulus menjalankan misi amaliyah mendidik anak yang agamis, Yayasan Fisabillah Maju Mandiri di Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara (BU) terkendala masalah “anggaran”. Ditengah perjalanannya, yayasan ini kehabisan anggaran untuk membangun sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar.
Mulai dari Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), Raudhatul Athfal (RA) hingga ruang belajar komputer yang sangat memprihatinkan.Guna mendukung kegiatan belajar tersebut, dibutuhkan perehaban ruang belajar dan musholla. Namun, yayasan belum memiliki anggaran yang cukup untuk rehab sarana dan prasarana.

Rehab dibangun dengan modal pribadi dan Insyaallah akan dilaksanakan secepat mungkin, Lembaga Pelatihan Komputer (LPK)yang akan dipimpin oleh Barat Prakoso, M. Pd bersama Wahyu Tri Pamungkas.
Harapan ketua komite Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), Arin Sahori, walaupun ada kerjasamanya dengan dinas yang ada di Bengkulu Utara, masih tetap mengharapkan bantuan para dermawan. Karena masih banyak membutuhkan biaya yang sangat besar, tutur ketua komite Arin Sahori kepada lintasnusantara.id.
Guna menopang kegiatan belajar santri, yayasan mengharapkan bantuan dari jamaah dan warga sekitar. Untuk itu yayasan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan yang diberikan.

Bagi para dermawan yang ingin menyumbang atau berzakat maupun bersedia menjadi donatur yayasan dan in sya allah akan menjadi amal jariyah hingga Yaumil akhir, dapat langsung menghubungi pengurus yayasan melalui nomor telepon 085380568789, 085380088770 atau melalui rekening Bank BNI 1114031670 atas nama TPQ AL ABRAR. Dengan bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi masa depan para anak MDTA,
Untuk tahun ajaran yang akan datang, akan didirikan SDIT dengan dana seadanya melalui bantuan masyarakat dan para dermawan, semoga bisa meringankan dan melancarkan tujuan tersebut, ungkap Horin Sahori.(nadit )






