KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Merebaknya isu Pungutan Liar (Pungli) rekomendasi pengangkatan perangkat desa baru di media syber menarik perhatian serius perangkat desa. Tidak ingin nama perangkat tercemar akibat isu tersebut, beberapa perangkat desa angkat bicara.
Seperti halnya, perangkat Desa Pelajaran I Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur membantah secara tegas isu tersebut. Kabar Pungli tersebut sengaja disebarkan untuk menjatuhka marwah perangkat desa dan khususnya Kades baru yang belum lama dilantik.
“Kami bantah dengan tegas adanya Pungli rekomendasi pengangkatan perangkat desa baru oleh camat melalui Kades. Kami merasakan langsung dan menjalaninya, tidak ada Pungli tersebut,” ujar Marles Susanto Kasi Pelayanan Desa Pelajaran I yang diamini rekannya, Diki Ismanto Kaur Umum dan Perencanaan.
Isu tersebut harus diluruskan, sambung Marles Susanto. Karena bisa menimbulkan pandangan negatif di masyarakat. Namun, dalam hal ini tidak dapat gegabah dalam menyimpulkan. Karena, akan muncul persepsi baru di masyarakat dan alibi lain guna membiaskan isu tersebut.
“Yang jelas, kami tidak pernah menyerahkan uang ataupun merasa di Pungli. Namun, kalo mengeluarkan uang untuk mengurus kelengkapan syarat administrasi di beberapa instansi pasti ada. Setidaknya, ongkos perjalanan dan foto copi. Pada saat mengikuti pendaftaran seleksi calon perangkat desa, tetapi setelah lolos seleksi tidak ada lagi uang sama sekali,” terangnya.(amr)





