KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Semangat bangun desa diterapkan melalui peran warga. Salah satu langkah berdayakan warga melalui program pada karya tunai mandiri guna mencapai hasil dan kualitas pembangunan desa yang lebih optimal. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Babat Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur, Senin (2/8/2021).
Pjs Kades Babat, Edi Yarman mengungkapkan, kegiatan padat karya tunai ini merupakan implementasi dari semangat gotong royong kebersamaan antar warga. Selain itu, seiring dengan program nasional dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Melalui padat karya tunai, warga memiliki kesempatan mendapat penghasilan tambahan dari upah kerja.

Wujud padat karya tunai ini dilaksanakan kegiatan kebersihan saluran siring pembuangan yang tersumbat oleh sampah. Pembersihan jaringan siring pasang ini guna menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Dengan kebersihan ini, laju air akan lebih lancar dan tidak menyumbat yang menyebabkan banjir.
“Dengan padat karya tunai ini, warga desa dapat ikut secara langsung dalam kegiatan pembangunan desa. Selanjutnya, masyarakat kian kompak dalam segala bidang,” ujar Pjs Kades Edi Yarman kepada lintasnusantara.id.

Genangan air siring pasang ini, lanjut Edi Yarman dapat menyebabkan berbagai sumber penyakit, diantaranya malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Oleh karenanya, perlu dilakukan pembersihan dengan melibatkan warga desa. Kegiatan dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan Pendamping Desa (PD).
Sementara itu, kedua BPD Babat, Joni menyampaikan, padat karya tunai ini sangat baik terus dilaksanakan. Ditengah pandemi Covid-19, dapat membantu warga mendapat penghasilan tambahan dari upah kerja pada pekerjaan fisik yang dibiayai Dana Desa (DD).

“BPD mendukung penuh program padat karya tunai yang diterapkan Pemdes Babat. Hal ini sejalan dengan harapan pemerintah pusat membangun ekonomi dari desa,” ujar Joni.(tas)






