Cakap Dalam Menggunakan Internet, Kementerian Kominfo Webinar Literasi Digital Di Kabupaten Kaur

oleh -2,994 views
oleh
Literasi Digital Kementerian Kominfo.

LITERASI DIGITAL

KABUPATEN KAUR – PROVINSI BENGKULU
Rabu, 14 Juli 2021, Pukul 09.00 WIB

KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Kementerian Kominfo RI berupaya keras mengedukasi masyarakat dalam mengenal dan pamanfaatan dunia digital. Di era digital, banyak muncul berbagai persoalan, oleh karenanya diambil langkah upaya pemahaman yang baik oleh masyarakat dalam pemanfaatan digital.

Tujuannya, agar pamanfaatan dunia digital tidak disalahgunakan. Selain itu, menghindari jeratan hukum maupun jatuhnya korban kejahatan yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab dengan cara mengelabui masyarakat di dunia digital yang kian canggih.

Guna percepatan pemahaman tersebut, di berbagai daerah Kementerian Kominfo menggelar webinar dengan berbagai tema yang berkaitan dengan perkembangan dunia digital. Melalui program Literasi Digital, Kementerian Kominfo berupara keras memberi edukasi masyarakat.

Webinar yang dilaksanakan menggandeng berbagai narasumber berkompeten dibidangnya masing-masing. Literasi Digital dengan platform 77 kabupaten/kota wilayah Sumatera II mulai dari Provinsi Lampung hingga Provinsi Aceh dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang yang ditujukan kepada PNS, TNI, Polri, orang tua, pelajar,. penggiat usaha, pendakwa dan sebagainya kalangan profesi lain.

Empat kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam thema. Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Bengkulu yaitu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

PIC Cyber Global Indonesia, Andry Priyanto sebagai narasumber dalam sesi Keamanan Digital mengusung tema “TIPS MENJAGA KEAMANAN DIGITAL BAGI ANAK-ANAK DI DUNIA MAYA”. Dalam pemaparannya, Andry menjelaskan dampak positif internet bagi anak meliputi, sumber belajar bagi anak, sebagai sarana hiburan, sebagai media bersosialisasi, kepekaan terhadap kemajuan teknologi meningkat, dan menumbuhkan daya kreatifitas anak.

Namun, terdapat pula dampak negatif internet pada anak berupa, menjadikan anak pribadi yang anti sosial, anak kesulitan membedakan abstrak dan real, anak tidak mampu memfilter informasi, serta anak menjadi kecanduan internet.

Dampak serius yang dapat merugikan anak seperti, menjadi pelaku bullying dan korban bullying, sebagai pelaku kekerasan dan korban kekerasan, serta porografi memicu seks bebas dan kekerasan seksual.
Mengatasi dampak negatif internet pada anak dapat dilakukan dengan cara, orang tua harus mampu memberikan pemahaman kepada anak tentang dampak negatif internet, nenamkan nilai sosial dan agama pada anak agar mampu memfilter dampak negatif internet, dan mendampingi serta mengawasi anak saat mengakses internet.

Tips menjaga keamanan di dunia maya antara lain, berkomunikasi dengan terbuka, manfaatkan fitur perlindungan teknologi, ajarkan anak etika dan tetap berperilaku baik di dunia maya, lindungi identitas anak, serta berikan anak ruang dan waktu untuk berkreasi di dunia maya.

Pada sesi Kecakapan Digital, Kominfo menghadirkan narasumber dari phisikolog HR Manager Cyber Group dan Direktur SDM Pengembangan Talenthub Digital Indonesia, Davita Variani, M. Psi. Dalam sesi ini mengangkat tema, “Keterampilan di Era Digital”.

Davita membahas dampak perkembangan teknologi digital meliputi, penerapan teknologi digital sudah di berbagai lini kehidupan manusia, isu digitalisasi yang mencuat akhir-akhir ini mengarah pada upaya pemerataan implementasi teknologi digital, di berbagai bidang dan berbagai daerah, serta upaya digitalisasi masih terbentuk banyak hal. Mulai dari keterbatasan infrastruktur, keterbatasan SDM di daerah tertentu, dan minimnya literasi digital.

Keterampilan yang harus dimiliki diera digital meliputi hard skill dan softskill. Kemampuan hard skill mencakup, paham cara mengoperasikan gawai dan laptop, kemampuan marketing dan promosi lewat internet, keahlian menggunakan beberapa software, kemampuan berbahasa asing, keterampilan pengolahan data, dan keterampilan microsoft word. Kemampuan soft skill meliputi, komunikasi atau public speaking, problem solving atau penyelesaian masalah, pengendalian emosi, bekerja secara mandiri, manajemen waktu, integritas, serta berpikir kreatif dan inovatif.

Selanjutnya, dalam sesi budaya digital, diisi oleh Wira Hadikusuma, S. Sos.I, M. Si ketua prodi studi komunikasi dan penyiaran Islam UIN Fatmawati Bengkulu. Wira memberikan materi dengan tema “Literasi Dalam Berdakwa Di Dunia Digital”.

Wira memaparkan makna literasi dakwah, merupakan upaya sungguh-sungguh untuk membaca dan menulis apa saja terkait dakwah. Dalam literasi dakwah diharapkan terjadi transformasi besar-besaran dalam metode dakwah selama ini yang masih berkutat pada dakwal bil-insan.

Diharapkan, dakwah juga dapat bergeser dari dakwah monolog ke dakwah dialog. Sumber materi dakwah meliputi, al-qur’an, hadits, dan ijtihad. Unsur-unsur dakwah terdiri dari, orang yang mengajak (dai), orang yang diajak (mad’u), pesan, metode, media, dan efek.

Nilai-nilai dalam dakwah meliputi, moderat, toleransi, adil, serta tidak radikal.
Tahadap dalam mengajak seseorang untuk dakwah diantaranya, memohon rahmat Allah SWT, lembutkan hati, tidak kasar, memaafkan, mendoakan ampunan atau kebaikan, musyawarah, istiqomah, dan tawakal.

Terdapat nilai dakwah makna secara psikologis meliputi, kejujuran, keikhlasan, kesabaran, syukur, istiqomah, tawadu, dan sederhana. Jika seseorang mengubah pikirannya, maka akan merubah harapannya. Jika seseorang merubah sikapnya, maka akan merubah tingkah lakunya.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital oleh, Wansidi, SPd Ing kepala SMAN 4 Kaur yang mengusung tema “Etika Berjejaring: Jarimu Harimau Mu”. Wansidi membahas manfaat gawai dapat menjadi sarana penyebaran informasi yang cepat dan efektif di lingkungan sekolah.

Gawai yang terhubung dengan internet dapat menjadi sarana siswa dan memperkaya diri dengan informasi yang bermanfaat. Manfaat atau dampak positif membawa gawai ke sekolah antara lain, dapat membantu mencari informasi terkait yang diajarkan guru, sebagai alat komunikasi untuk melacak keberadaan siswa di sekolah oleh orang tua, dapat menjadi sarana pertukaran informasi materi belajar antar siswa yang satu dengan lainnya, serta menjadi gerbang pengetahuan siswa dalam memahami teknologi.

Problematika pada penggunaan gawai oleh siswa di sekolah semakin meluas, tidak hanyak dampak positif, terdapat pula dampak negatifnya. Dampak negatif membawa gawai oleh siswa ke sekolah antara lain, tidak fokus saat belajar, dapat menyebabkan kecanduan bermain game, kurangnya interaksi sosial di dunia nyata, meningkatkan level kecemasan dan depresi, prestasi akademik menurun pesat, serta mengurangi daya otak dan daya ingat.

Webinar disimpulkan oleh, Selvi Alexanser, influencee dengan 30,4 ribu followers. Dalam kesimpulannya, Webinar Kominfo ini menghasilkan beberapa pengetahuan dalam Literasi Digital yang diusung berbagai tema oleh narasumber.

Menjaga keamanan internet untuk anak dengan memanfaatkan fitur perlindungan teknologi dan orang tua harus berkomunikasi secara terbuka dengan anak. Keterampilan yang harus dimiliki di era digital ialah hard skill dan softkill seperti, memiliki kemampuan marketing dan promosi di internet serta komunikasi yang baik atau public speaking.

Literasi dakwah, merupakan upaya sungguh-sungguh untuk membaca dan menulis apa saja terkait dakwah. Dalam literasi dakwah diharapkan terjadi transformasi besar-besaran dalam metode dakwah selama ini yang masih berkutat pada dakwal bil-insan.

Serta, problematika pada penggunaan gawai oleh siswa di sekolah semakin meluas, tidak hanyak dampak positif, terdapat pula dampak negatifnya. Untuk itu orang tua dan guru harus berkerja sama dalam mengawai anak atau siswa saat membawa gawai di sekolah dan mengakses internet.(titi)

Sumber : Rilis Kominfo RI

No More Posts Available.

No more pages to load.