Edukasi Masyarakat, Kementerian Kominfo Letirasi Digital Di Kabupaten Bengkulu Tengah

oleh -2,768 views
oleh
Foto : Literasi Digital Kementerian Kominfo.

LITERASI DIGITAL

KABUPATEN BENGKULU TENGAH – PROVINSI BENGKULU
Senin, 26 Juli 2021, Pukul 09.00 WIB

BENGKULU TENGAH || LINTAS NUSANTARA.ID – Kementerian Kominfo RI berupaya keras mengedukasi masyarakat dalam mengenal dan pamanfaatan dunia digital. Di era digital, banyak muncul berbagai persoalan, oleh karenanya diambil langkah upaya pemahaman yang baik oleh masyarakat dalam pemanfaatan digital.

Tujuannya, agar pamanfaatan dunia digital tidak disalahgunakan. Selain itu, menghindari jeratan hukum maupun jatuhnya korban kejahatan yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab dengan cara mengelabui masyarakat di dunia digital yang kian canggih.

Guna percepatan pemahaman tersebut, di berbagai daerah Kementerian Kominfo menggelar webinar dengan berbagai tema yang berkaitan dengan perkembangan dunia digital. Melalui program Literasi Digital, Kementerian Kominfo berupara keras memberi edukasi masyarakat.

Webinar yang dilaksanakan menggandeng berbagai narasumber berkompeten dibidangnya masing-masing. Literasi Digital dengan platform 77 kabupaten/kota wilayah Sumatera II mulai dari Provinsi Lampung hingga Provinsi Aceh dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang yang ditujukan kepada PNS, TNI, Polri, orang tua, pelajar,. penggiat usaha, pendakwa dan sebagainya kalangan profesi lain.

Empat kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam thema. Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Bengkulu yaitu Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Presiden RI, Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Dalam sesi pertama Kecakapan Digital, webinar menghadirkan narasumber dari PIC Cyber Global Indonesia, Andry Priyanto yang mengusung tema ” Informasi Digital, Identitas Digital dan Jejak Digital Dalam Media”.

Dalam pemaparannya, Andry menjelaskan Informasi digital adalah teknologi pengelolaan informasi yang berbentuk digital melalui proses digitalisasi yang digunakan untuk menghasilkan, menyimpan, mengolah, dan menyebarkan informasi.

Indentitas digital merupakan cara elektronik untuk mengidentifikasi seseorang. Penerapan sistem identitas digital untuk berbagai kemudahan di masa depan, meliputi penyesuaian profil risiko bagi institusi finansial, memudahkan pelanggan untuk melakukan urusan perbankan di luar negeri, memudahkan autentikasi dan verifikasi e-commerce, mengukur risiko transaksi elektronik, dan mengidentifikasi setiap pelaku transaksi.

Jejak digital merupakan tapak data yang tertinggal setelah beraktivitas di internet.
Dampak digital jejak digital, antara lain digital exposure, phising, dan reputasi professional. Hal yang tidak boleh dibagikan di media sosial, meliputi nomor telepon, alamat lengkap, kartu keluarga, nama ibu kandung, foto KTP, nomor rekening bank, serta slip gaji.

Cara mengelola jejak digital, diantaranya hindari penyebaran data-data penting, seperti alamat rumah, rekening ATM, atau nomor handphone di internet, buatlah password yang kuat untuk tiap akun media sosial, tidak mengunggah sesuatu yang sifatnya terlalu personal, serta gunakan layanan pelindung data pada device kesayangan.

Pada sesi Keamanan Digital, menghadirkan narasumber dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMK Kencana Bandung dan dosen Bahasq Inggris STIE Bandung, Imanur Fikri Nugraha, M. Pd yang mengusung tema “Tips dan Trim Menghindari Penipuan Digital”

Imanur membahas penipuan merupakan perbuatan atau tindakan serta perkataan yang tidak benar dengan maksud menjerumuskan, mengelabui, atau mencari keuntungan. Bentuk phising dapat melalui email, SMS, telepon, dan situs web. Data sensitif yang rentan disalahgunakan, berupa nomor telepon, nomor kartu kredit, nomor rekening, nama ibu kandung, dan tanggal lahir.

Sebagai proteksi, jangan pernah bagikan kode OTP, PIN, dan CVV pada kartu kredit. Ciri-ciri penipuan toko online di media sosial, antara lain harga barang jauh lebih murah, akun media sosial baru dibuat, tolak bayar di tempat, informasi produk minim, serta tolak kirim foto atau video. Tips aman berbelanja online, meliputi periksa identitas penjual dan ulasan produk, tidak memberi banyak informasi, pastikan keaslian foto produk, baca hak konsumen, pastikan pembayaran secara aman, pakai jasa pengiriman terpercaya, serta periksa tampilan dan kebijakan akun penjual.

Di sesi Budaya Digital, sebagai narasumber, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan SMAN 1 Bengkulu Tengah, Susilawati, M. Pd yang mengusung tema “Budaya Bertutur Di Dunia Digital”. Susilawati membahas budaya bertutur merupakan cara berbicara ataupun percakapan di dunia elektonik pada zaman modern.

Warganet harus tetap memiliki budaya bertutur, karena pada saat ini banyak hal-hal yang hilang dalam budaya bertutur di dunia digital dikarenakan masyarakat saat ini kebiasaan berbicara sopan di media sosial semakin rendah, hal ini disebabkan budaya bertutur sopan seolah-olah hilang dan digantikan dengan teks dan vidio.

Selain itu berkomunikasi yang dilakukan tidak secara langsung melainkan berada diruang digital yang jauh dari manusia yang lain. Dengan demikian budya bertutur di dunia digital sangat diharapkan memiliki budya-budya bertutur yang baik dan sopan karena budya bertutur di dunia digital tidak ada bedanya dengan budaya kehidupan nyata.

Budaya bertutur di dunia digital juga harus menghargai dan menghormati orang lain karena memiliki hak di ranah digital. Peran sebagai pengguna digital memiliki budaya bertutur, antara lain prinsip kerja sama, prinsip sopan santun, dan prinsip ironi. Aturan-aturan bertutur dalam komunikasi, meliputi latar, peserta, hasil, amanat, cara, sarana, norma, dan jenis. Pengguna bahasa harus memperhatikan dengan siapa kita berbicara bagaimana kita menyampaikan kalimat dan kata-kata serta intonasi yang harus dilakukan.

Karena adanya faktor-faktor solidaritas dan kesantunan. Pemilihan penggunaan ungkapan-ungkapan ujaran sangat terkait dengan toleransi dan kesantunan yang dianut oleh suatu kelompok sosial.

Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital diisi oleh Farizal, S. Pd guru SMAN 3 Bengkulu Tengah yang mengangkat tema “Upaya Mencegah, Mendeteksi dan Menyikapi Cyber Bulling”. Farizal menjelaskan, cyberbullying merupakan perundungan dengan menggunakan teknologi digital.

Perilaku agresif dan bertujuan yang dilakukan suatu kelompok atau individu, menggunakan media elektronik, secara berulang-ulang dari waktu ke waktu, terhadap seseorang yang dianggap tidak mudah melakukan perlawanan atas tindakan tersebut. Jadi, terdapat perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban.

Tindakan-tindakan yang diidentifikasi sebagai cyberbullying, antara lain menyebarkan kebohongan tentang seseorang atau memposting foto memalukan tentang seseorang di media sosial, mengirim pesan yang menyakitkan melalui platform chatting, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom komentar media sosial, atau menguggah sesuatu yang menyakitkan, serta membuat akun palsu, membajak, atau mencuri identitas online untuk mempermalukan seseorang atau menyebabkan masalah.

Mencegah cyberbullying dapat dilakukan, dengan cara perbanyak kegiatan positif untuk anak, memberikan arahan kepada siswa tentang cara penggunaan internet yang positif, serta aktif mengedukasi dan mengawasi lingkungan maya dari potensi cyberbullying.

Webinar disimpulkan oleh Jesseline Oliva, Influencer dengan Followers 15,1 Ribu. Jesseline menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber, berupa cara mengelola jejak digital, diantaranya hindari penyebaran data-data penting, seperti alamat rumah, rekening ATM, atau nomor handphone di internet, buatlah password yang kuat untuk tiap akun media sosial, tidak mengunggah sesuatu yang sifatnya terlalu personal, serta gunakan layanan pelindung data pada device kesayangan.

Tips aman berbelanja online, meliputi periksa identitas penjual dan ulasan produk, tidak memberi banyak informasi, pastikan keaslian foto produk, baca hak konsumen, pastikan pembayaran secara aman, pakai jasa pengiriman terpercaya, serta periksa tampilan dan kebijakan akun penjual.

Penggunaan bahasa harus memperhatikan dengan siapa berbicara bagaimana menyampaikan kalimat dan kata-kata serta intonasi yang harus dilakukan. Karena adanya faktor-faktor solidaritas dan kesantunan. Pemilihan penggunaan ungkapan-ungkapan ujaran sangat terkait dengan toleransi dan kesantunan yang dianut oleh suatu kelompok sosial.

Mencegah cyberbullying dapat dilakukan, dengan cara perbanyak kegiatan positif untuk anak, memberikan arahan kepada siswa tentang cara penggunaan internet yang positif, serta aktif mengedukasi dan mengawasi lingkungan maya dari potensi cyberbullying.(titi)

Sumber : Rilis Kominfo RI

No More Posts Available.

No more pages to load.