Lagi, Sekcam Koboi “Nganar”, Banting Kursi dan Ancam Wartawan

oleh -772 views
oleh
Gambar ilustrasi.

BENGKULU UTARA || LINTAS NUSANTARA.ID – Lagi, sikap arogan bak premanisme ditunjukkan pejabat di Kabupaten Bengkulu Utara. Aksi koboi oknum Sekretaris Kecematan (Sekcam) Kerkap Kabupaten Bengkulu Utara terhadap awak media tidak dapat ditolerir. Apalagi, sang Sekcam koboi ini marah dan bentak wartawan di kantor kelurahan tidak ada sebab alias tanpa alasan.

Sekcam koboi, tiba-tiba membentak dan marah-marah kepada wartawan yang tiba di kantor kelurahan, bahkan Sekcam koboi ini mengatakan “jangan macam-macam karena saya asli Kerkap. Saya adik Sabana”.

Entah siapa nama Sabana yang disebut oknum Sekcam tersebut, kemudian tanpa ragu dan seakan menunjukkan bahwa ia orang hebat dan tidak takut dengan siapapun karena dia asli dari Kerkap.

Kejadian terjadi pada, Selasa (30/11/2021) di Kantor Lurah Durian. Bukan hanya marah, membentak, Sekcam koboi ini banting kursi. Padahal, tidak ada komunikasi atau persoalan terhadap awak media sebelumnya. Namun, yang jelas oknum Sekcam koboi ini tiba-tiba “nganar” kepada wartawan.

Oknum Sekcam yang diketahui berinisial HR, tiba-tiba marah kepada wartawan di Kantor Lurah Lubuk Durian. Sekcam HR, tiba-tiba “Nganar” dengan nada keras sembari banting kursi.

“Kau siapo? Kau tau dak dengan Sayo. Kenal dak dengan Sayo. Sayoko asli Lubuk Durian. Jangan banyak ulah kau di Lubuk Durian ko,” ujar wartawan korban Sekcam koboi, Nadit menirukan logat bahasa Sekcam saat “Nganar”.

Lebih lanjut dikatakan Nadit, bila dirinya tidak tahu apa dasar oknum sekcam Kerkap berinisial HR tersebut melakukan hal tersebut kepada dirinya. Padahal, saat itu dirinya sedang berbincang dengan Lurah Lubuk Durian.

“Jelas saya tidak tahu apa sebabnya. Saya masih mengobrol dengan pak Lurah tiba-tiba pak sekcam itu masuk. Sambil marah-marah kesaya. Banting kursi terus pergi dari Kantor Lurah Lubuk Durian. Jelas saya tidak tahu apa maksud dari Sekcam “Jagoan” marah ke saya. Saya kenal saja dengan dia tidak. Ini langsung marah-marah sudah itu pergi. Dia kan pak Sekcam orang nomor dua dibawah camat, jelas tentu tau aturan dan etika yang baik. Ini malah memberikan contoh yang tidak baik. Yang jelas saya tidak terima. Apa maksud dari Sekcam itu ke saya,” jelas Nadit.

Terpisah, Camat Kerkap Binhar kepada awak media mengaku belum tahu kejadian tersebut.

“Kita belum tahu kejadiannya. Nanti akan kita croscek dan luruskan jika memang benar ada persoalan tersebut,” ujar Binhar.(biro)

No More Posts Available.

No more pages to load.