KAUR || LINTAS NUSANTARA.ID – Pembatasan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi oleh pemerintah guna menekan penyalahgunaan subsidi masih dimanfaatkn sejumlah oknum. Pasalnya, ada indikasi mafia plat nomor Kendaraan Bermotor (Ranmor) untuk mengisi BBM subsidi di SPBU.
Seperti dialami oleh Eka (43) warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur, Selasa (8/11/2022) pukul 18.05 WIB. Saat antri di SPBU Pagar Dewa Kota Bengkulu, plat nomor mobil Toyota Avanza miliknya BD 1535 WL tidak dapat dilayani petugas SPBU.

Pasalnya, dalam sistem aplikasi MyPertamina plat nomor tersebut sudah mengisi jatah hariannya sebanyak 35 liter. Padahal, ia belum mengisi BBM di SPBU manapun. Petugas SPBU menjelaskan jatah BBM plat nomor tersebut dipergunakan untuk pengisian jerigen 35 liter.
Atas kejadian ini, ia terpaksa harus mengisi BBM di eceran. Karena plat nomor kendaraannya sudah dipakai orang lain. Kejadian ini, sangat merugikan pemilik kendaraan yang nomor polisinya dimanfaatkan para mafia BBM subsidi.
Dari data yang terekam di sistem aplikasi MyPertamina, plat nomor mobil tersebut mengisi BBM subsidi di SPBU yang ada di Kabupaten Kaur. Ini menjadi bahan evaluasi dan penanganan serius. Karena disinyalir bukan hanya plat nomor kendaraan ini saja yang dimanfaatkan mafia untuk mendapat BBM subsidi.
“Saya berharap kejadian ini menjadi atensi khusus aparat hukum maupun pemerintah guna mengatasi adanya mafia BBM subsidi yang menggunakan plat nomor kendaraan orang lain tanpa izin,” ungkap Eka.(tsp)





