Tahun sebelumnya, anggaran delapan persen tersebut banyak dipergunakan untuk pembelian masker, handsanitizer, sabun cair, penyemprotan disinfektan dan kegiatan sosialisasi.
Namun, ditahun 2022 nyaris tidak ada sama sekali. Hanya ada struktur team penanggulangan Covid-19 di desa. Team Satuan Tugas (Satgas) yang dibentukpun tidak ada satupun yang aktif bekerja.
Lalu kemana anggaran Covid-19 sebesar delapan persen tersebut direalisasikan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka sudah tentu diharapkan Aparat Penegak Hukum (APH) bergerak mencari fakta dan data.





