SIDOARJO || LINTASNUSANTARA.ID – Serangkaian proses Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Sidoarjo telah selesai. Peserta didik baru yang diterima lolos ada sekitar 360 siswa dan siswi. Hal tersebut disampaikan H. Ahmad Mujahidin, Kepala MTsN 2 Sidoarjo.
Menurutnya, PMBM tersebut meliputi beberapa jalur diantaranya, prestasi, reguler, dan afirmasi. Mujahidin menyampaikan, bahwa melalui alur itu nanti para peserta didik akan menduduki setiap kelas khusus.
Bahkan, hari ini Rabu (10/6/2026) juga terdapat beberapa tahapan seleksi.
“Dari total 360 anak keterima, kemarin ada Parenting. Kita pun sampaikan bagi orang tua/wali siswa dan anaknya yang memilih kelas khusus. Kita berikan surat pernyataan pilihan (kelas khusus),” katanya.
“MTsN 2 Sidoarjo ada 5 kelas khusus. Antara lain kelas khsusus, bahasa Arab, Inggris, Diniyah, Tahfidz, dan Olahraga. Jadi, seleksinya mulai hari ini Rabu dan besok Kamis,” ungkapnya Mujahidin lagi.
Dia kembali menyebutkan, dari total sebanyak 360 siswa siswi diterima, separuhnya ada yang mendaftar memilih seleksi tersebut. “Ada sekitar 170 anak memilih kelas khusus dan ini belum seleksi. Untuk kuota kelas khusus masing-masing satu kelas, tapi sepertinya bisa sampai dua kelas, karena peminatnya cukup tinggi,” ujarnya.
Sementara, untuk pelaksanaan kelas khusus tersebut pihak Kurikulum MTsN 2 Sidoarjo masih melakukan pembahasan atau digodok terlebih dahulu. Sebab, peminat kelas khusus bahasa Inggris jumlah (siswa) cukup banyak.
“Peminat kelas khusus bahasa Inggris ada sekitar 89 anak. Maka, kuota satu kelas ada 32 anak. Kalau sampai dua kelas totalnya kelas khusus ada 64 anak,” ungkap Mujahidin.
Oleh karenanya, program kelas khusus MTsN 2 Sidoarjo pengelolaan masing-masing membutuhkan tenaga khusus yang spesial. Mujahidin mengaku, untuk program One Day English ini memang sudah berjalan setahun mulai siswa siswi kelas 7.
“Kita mendatangkan kerjasama dengan pihak luar penyelenggara bahasa Inggris. Jika ingin lebih jelasnya, bisa menanyakan langsung ke kami, dan akan kami jelaskan,” imbuhnya.
Mujahidin berharap, supaya kedepannya siswa siswi mahir berbahasa Inggris. Khususnya pada lingkungan madrasah. “Nanti kita inginkan ada semacam English Area. Yang artinya, area-area madrasah yang harus menggunakan bahasa Inggris. Sedangkan kelas khusus bahasa Arab kita gabung dengan kelas khusus Dininyah,” pungkasnya. [hyt/f29/amr]





