Ketua IESPA Apresiasi Kapolri Cup 2026: Dari Polres hingga Panggung Nasional

oleh -576 views
oleh

JAKARTA, Lintasnusantara.id – Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Riza mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang dinilainya menjadi wadah kompetisi luar biasa bagi talenta muda Indonesia.

Apresiasi tersebut disampaikan Ibnu Riza saat Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Ibnu, salah satu keunggulan Kapolri Cup 2026 adalah sistem kompetisi yang digelar secara berjenjang, mulai dari tingkat Polres, Polda hingga Mabes Polri atau tingkat nasional.

“Ini adalah wadah yang luar biasa. Turnamen amatir yang terbesar untuk e-sport, khususnya Mobile Legends,” ujar Ibnu Riza.

Kompetisi ini terbuka bagi masyarakat umum. Talenta muda dari berbagai daerah mengikuti seleksi melalui jajaran Polres dan Polda sebelum melaju ke tingkat nasional.

Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres tercatat mengikuti rangkaian E-Sports Kapolri Cup 2026.

Ibnu menilai pola kompetisi tersebut memberikan kesempatan yang luas bagi talenta daerah untuk mengasah kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding di level yang lebih tinggi.

“Harapannya kepada Polri, semoga acaranya berkelanjutan karena ini wadah yang luar biasa, dari jenjang Polres, provinsi, Polda sampai dengan Mabes Polri atau nasional,” katanya.

Polri Masuk ke Ruang Digital Generasi Muda

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengatakan perkembangan teknologi digital telah membuka ruang luas bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, meningkatkan kompetensi dan meraih prestasi.

Namun, ruang digital juga memiliki tantangan yang harus diantisipasi.

Menurut Dedi, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026, Indonesia berada di posisi keempat dunia dalam jumlah pengguna internet. Sebanyak 48 persen pengguna internet Indonesia merupakan anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.

Karena itu, menurutnya, Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan ruang siber, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi secara positif.

“Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, namun juga sebagai pengawas agar setiap aktivitas tetap berjalan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dedi.

Salah satu bentuk konkret pendekatan tersebut diwujudkan melalui Kapolri Cup 2026.

“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” katanya.

Kolaborasi Bangun Ekosistem E-Sports

Kapolri Cup 2026 digelar melalui kolaborasi Polri bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, IESPA serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Opening turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN.

Jajaran Polda dan Polres dari seluruh Indonesia juga mengikuti kegiatan secara daring.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem e-sports sekaligus menjadikannya sebagai ruang pengembangan talenta, olahraga prestasi dan kreativitas generasi muda.

“Dream to Become”, Ubah Mimpi Jadi Prestasi

Mengusung tagline “Dream to Become”, Kapolri Cup 2026 tidak hanya mengejar kemenangan. Kompetisi ini juga diarahkan untuk membangun karakter peserta melalui sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan kepemimpinan.

Dedi berharap ajang tersebut mampu melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan memiliki daya saing global.

“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Dedi.

Ia juga mengingatkan para peserta agar menjunjung tinggi fair play.

“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesannya.

Tak hanya menjadi atlet e-sports, peserta juga didorong menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan ruang digital.

“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Dedi.

Dengan melibatkan 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres, Kapolri Cup 2026 menjadi salah satu wadah kompetisi e-sports dengan jangkauan partisipasi yang luas.

Apresiasi IESPA terhadap penyelenggaraan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar Kapolri Cup dapat terus berlanjut sebagai jalur pembinaan talenta e-sports, dari tingkat daerah hingga panggung nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.