PCNU NAGAN RAYA GELAR PENGAJIAN AKBAR HARI SANTRI NASIONAL 2026 BERSAMA ABI MUDI DI MJD KOPI SUKA MAKMUE

oleh -51 views
oleh

SUKA MAKMUE || LINTASNUSANTARA.ID – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nagan Raya menggelar Pengajian Akbar dan Doa Bersama bersama ulama kharismatik Aceh, Abi Mudi

Acara pengajian yang penuh khidmat tersebut digelar di MJD Kopi, Komplek Perkantoran Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, pada Minggu Malam, 19 Oktober 2026 / Senin (20/10/2026) pukul 20.00 WIB sampai selesai.

Kegiatan ini mengusung Tema Nasional dari PBNU Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” dan Tema Kemenag RI “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”

HADIR RATUSAN SANTRI

Acara pengajian Hari Santri Nasional 2026 ini dihadiri oleh Ketua PCNU Nagan Raya, Ketua MWC NU se-Nagan Raya, para Pengasuh Dayah/Pesantren se-Nagan Raya, Badan Otonom NU (GP Ansor, Banser, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU-IPPNU), serta ratusan santri, mahasiswa, dan masyarakat umum pecinta Abi Mudi.

Suasana MJD Kopi yang biasanya menjadi tempat nongkrong anak muda, malam itu berubah menjadi lautan zikir dan shalawat.

Dalam Tausiyahnya, Abi Mudi yang merupakan Pimpinan Dayah Mudi Mesra Samalanga Bireuen menyampaikan pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren dan sanad keilmuan di tengah gempuran teknologi modern.

“Santri harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi jangan pernah kehilangan akar. Akar kita adalah tradisi keilmuan pesantren, sanad, adab, dan nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh. Semakin kuat akarnya, semakin luas pula pengabdiannya,” ujar Abi Mudi mengutip pesan Sekjen PBNU.

Abi Mudi juga mengingatkan kembali sejarah Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya, yang menjadi cikal bakal ditetapkannya Hari Santri Nasional melalui Keppres No. 22 Tahun 2015 oleh Presiden Joko Widodo.

“Resolusi Jihad itu menegaskan kewajiban membela tanah air, mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajah. Itu bukti bahwa cinta kepada tradisi dan cinta kepada negeri tidak pernah berseberangan,” tegas Abi Mudi.

Ketua PCNU Nagan Raya dalam sambutannya mengatakan, pengajian di MJD Kopi ini adalah bentuk inovasi dakwah NU Nagan Raya agar lebih dekat dengan generasi milenial dan Gen Z.

“Kita pilih MJD Kopi biar anak muda merasa santri itu tidak kaku. Ngaji bisa dimana saja, termasuk di warung kopi. Yang penting akarnya tradisi tetap dijaga, tapi dakwahnya masuk ke semua kalangan. Ini juga bagian dari instruksi PBNU untuk mengisi Hari Santri dengan penguatan tradisi dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan Shalawat, Qunut Nazilah untuk keselamatan bangsa dan Mujahadah untuk Palestina sesuai Pedoman Pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 dari PBNU No. 3/PB.01/A.II.10.47/99/10/2026, serta doa bersama.

Peringatan puncak Hari Santri Nasional 2026 sendiri akan dilaksanakan secara serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026 mendatang dengan Apel Akbar di Halaman Kantor Kemenag / Sekretariat PCNU Nagan Raya dengan memakai sarung gelap, atasan putih dan peci hitam.

(Laporan: Tim Lintas Nusantara
TR.SABARUDDIN HR)

No More Posts Available.

No more pages to load.